CIHIDEUNG, RADSIK – Warga Kota Tasikmalaya yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) belum berhenti. Sampai 1 September 2022, tercatat 1.530 kasus dengan korban meninggal dunia 23 pasien.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Asep Hendra menuturkan, tren kenaikan kasus itu terjadi tidak hanya di daerah. Jawa Barat secara nasional, menjadi provinsi paling tinggi kasus yang disebabkan nyamuk tersebut di sampai pertengahan tahun ini.

“Memang tren se-Indonesia meningkat. Jabar sendiri tertinggi dengan total kasus sampai 22 ribuan, dibanding provinsi lain yang hanya 7 ribu, 5 ribuan kasus saja,” ujarnya kepada Radar, Jumat (2/9/2022).

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: