Libur Natal dan Tahun Baru 2023-2024 Jangan Hanya Jadi Momen Liburan

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Momen libur panjang tahun baru kerap diisi dengan refleksi atau event-event hiburan di masyarakat. Di sisi lain, hal ini harus dijadikan peluang untuk masyarakat khususnya pelaku usaha untuk meningkatkan perputaran ekonomi.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Deddy Mulyana mengatakan bahwa tahun baru identik dengan liburan. Kota Tasikmalaya sejauh ini menjadi salah satu tempat untuk orang datang berkunjung. “Tasikmalaya di nuansa libur ini banyak didatangi warga dari luar kota,” ungkapnya kepada Radartasik.id, Kamis (28/12/2023).

Momen ini menurutnya bukan semata hiburan dan liburan saja. Karena ada peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di sisi ekonomi kreatif. “Ini bisa dijadikan momen bagi teman-teman untuk mengadakan kegiatan-kegiatan,” tuturnya.

Baca juga : Ini Parah Ini, Pengguna Narkoba di Tasikmalaya Sampai Sakit Jiwa

Salah satunya di sektor kuliner di mana warga yang datang ke Kota Tasikmalaya tentu perlu makan. Baik itu rumah makan maupun kuliner lainnya di mana Tasikmalaya cukup kaya akan aneka ragam jajanan.

Termasuk di sektor perhotelan karena tamu dari luar juga memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menginap. Hal itu menjadi bukti kemanfaatan event, termasuk di momen tahun baru. “Semakin banyak event, keterisian kamar hotel semakin penuh,” ucapnya.

Maka dari itu, dirinya selalu optimis roda perekonomian masyarakat Kota Tasikmalaya selalu bergerak positif di momen-momen tersebut. Meskipun minim destinasi wisata alam, namun event-ebent tahun baru akan berdampak positif pada dunia kuliner. “Perputaran ekonomi jelas akan positif,” ucapnya.

Baca juga : Kadisdik Jawa Barat Minta Wali Kelas Mengenal Semua Siswa Didikannya Untuk Mencegah Pelajar Masuk Geng Motor

Pada dasarnya, warga luar yang berkunjung ke Tasikmalaya datang membawa uang. Ketika mereka merasa betah dan nyaman, otomatis mereka tidak akan ragu untuk mengeluarkan uang.

Sementara dia mengakui bahwa masih banyak keterbatasan di Kota Tasikmalaya dalam membuat pengunjung betah. Dari mulai PKL yang kurang tertata, suasana ketertiban belum maksimal dan lain-lain. “Ini juga perlu sinergi bersama dinas lainnya,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *