1 Unit Laptop Hilang, SD Negeri di Kota Tasik Dijebol Maling

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – 1 Unit Laptop yang merupakan inventaris di SD Negeri Lengkongsari Kecamatan Tawang Hilang, Kamis (9/11/2023). Sekolah tersebut diduga dijebol maling yang masuk ke dalam sekolah secara paksa.

Pencurian dengan sasaran sekolah kembali terjadi di Kota Tasikmalaya, kali ini menimpa SD Negeri Lengkongsari. Di mana sekolah tersebut kehilangan 1 unit laptop hasil pengadaan tahun 2012, Kamis (9/11/2023).

Dari informasi yang dihimpun Radar, kasus dugaan pencurian tersebut diketahui pada pagi hari. Di mana saat itu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) belum dimulai.

Baca juga : Kondisi Mendesak, Pemkab Tasikmalaya Segera Bongkar Bangunan di Eks Terminal Cilembang Kurang dari 14 Hari ke Depan

Hal itu diakui oleh Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Indra Risdianto. Di mana pihaknya menerima laporan dari SDN Lengkongsari terkait adanya kasus pencurian. “Iya, ada laporannya masuk,” ungkapnya saat dikonfirmasi Radartasik.id.

Berdasarkan laporan dari pihak sekolah, hal itu diketahui penjaga sekolah sekitar pukul 05.30 WIB. Di mana pintu dan tralis beberapa ruangan didapati mengalami kerusakan. “Pintu kantor, ruang kelas 1, ruang kelas VI dan kantin sekolah kondisinya terbuka dengan kondisi kunci sudah dibongkar,” ujarnya.

Selain itu, kondisi ruangan dengan pintu yang rusak itu pun terbilang acak-acakan. Khususnya untuk ruangan kantor dan juga kantin sekolah.

Baca juga : Sangat Vital! Dewan Minta Layanan CT Scan di RSUD dr Soekardjo Harus Beroperasi Lagi

Ada pun barang yang hilang, sejauh ini yang diketahui hanya 1 unit laptop saja. Aset tersebut merupakan hasil pengadaan tahun 2012 yang sudah tidak dipakai. “Laptop lama dan kondisinya memang sudah rusak,” terangnya.

Disinggung soal data-data yang ada di dalam laptop tersebut tentunya ada. Hanya saja karena sudah tidak dipakai, data-datanya sudah dipindahkan ke perangkat lain yang biasa digunakan. “Karena memang laptopnya sudah tidak digunakan lagi karena rusak,” ucapnya.

Meskipun kerugian material yang dialami tidak terlalu besar, Indra melihat bahwa hal ini perlu menjadi perhatian. Supaya pihak sekolah bisa memperhatikan sisi keamanan. “Minimal barang-barang yang penting harus disimpan di tempat yang aman,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *