SUKARAJA, RADSIK – Korban keracunan makanan dalam acara syukuran naik haji di Kampung Cimawate Desa Tarunajaya Kecamatan Sukaraja bertambah dari 145 menjadi 147 orang, Rabu (1/6/2022). Termasuk calon jemaah haji yang ikut dalam acara tersebut bertambah menjadi 29 orang yang keracunan. Dua warga di antaranya merupakan ibu hamil yang juga mendapatkan perawatan.

Baca selengkapnya, disini

Surveilans Epidemiologi Puskesmas Sukaraja Cecep Sirojul Anwar mengatakan, saat ini ada penambahan pasien korban keracunan sebanyak 18 orang yang dirawat di Puskesmas Sukaraja. Namun, secara umum sebagian sudah membaik kondisinya.

“Untuk jumlah keseluruhan setelah didata, ada penambahan jumlah korban keracunan menjadi 147 orang. Sementara 114 orang dirawat jalan. Untuk sisanya ada yang dirawat di Puskesmas Sukaraja sebanyak 18 orang,” ujar dia, menjelaskan.

Kemudian, lanjut dia, ada yang dirawat di Puskesmas Urug Kawalu, RSUD SMC, rumah sakit di Kota Tasikmalaya dan fasilitas kesehatan lainnya seperti klinik. “Untuk 29 orang yang menjadi korban keracunan, merupakan calon jemaah haji dari Kampung Cimawate Desa Tarunajaya. Termasuk ada dua orang warga yang sedang hamil,” kata dia.

“Keluhannyanya hampir sama, ada yang sakit perut, mual, muntah dan buang air sampai demam. Secara umum untuk kondisi pasien yang dirawat di Puskesmas Sukaraja sudah membaik dan sebagian sudah pulang,” tambah dia.

Kepala Puskesmas Sukaraja Memed Supendi menambahkan, untuk mengantisipasi korban keracunan bertambah, disiapkan tenda oleh BPBD. “Iya untuk mengantisipasi ada korban tambahan. Kami bersama BPBD menyiapkan tenda darurat, jika pasien bertambah, termasuk belasan velbed untuk perawatan,” jelas dia.

Dia menambahkan, untuk korban keracunan yang dirawat jalan di rumahnya tetap mendapatkan pantauan secara medis oleh tim dari Puskesmas Sukaraja. Untuk sampel makanan sudah di uji kan ke Laboratorium di Bandung, biasanya hasilnya keluar setelah satu minggu ke depan.

Salah satu korban keracunan asal Desa Tarunajaya Asep (45) menuturkan, sudah merasa mendingan dan kondisinya mulai pulih dari gejala buang air besar dan mual. “Untuk makanan yang dikonsumsinya adalah bolu kukus yang ada di dalam snack. Untuk nasi tidak memakannya,” kata dia.

“Alhamdulillah sudah mulai pulih, sudah tidak buang air besar lagi. Kebetulan pada saat syukuran haji saya makan bolu kukus, kalau makan sedikit,” ujarnya, menambahkan.

Kapolsek Sukaraja IPTU Puryono mengatakan, untuk sampel sudah dibawa oleh kepolisian. Termasuk sudah mulai memeriksa sejumlah orang yang terlibat dalam keracunan massal.

“Kami periksa saksi dan panitia termasuk penyedia makanan ringan juga diperiksa. Untuk sampel makanan masih dalam tahap uji di laboratorium, dan penyebab keracunan masih diselidiki,” tambah dia. (dik)

[/memberonly]

%d blogger menyukai ini: