PANGANDARAN, RADSIK – Penggunaan alat kontrasepsi kondom dalam program keluarga berencana (KB) kurang diminati dibanding yang lain.

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Pangandaran Heri Gustari mengatakan, peserta KB yang menggunakan alat kontrasepsi kondom hanya 684 orang. Pengguna IUD 2.793 orang, MOW 1.788 orang, MOP 92 orang, implant 4.578 orang, suntik 26.304 orang dan pil 11.927 orang. ”Kebanyakan lebih memilih alat kontrasepsi jangka panjang,” katanya kepada Radar saat dihubungi Selasa (2/8/2022).

Untuk kondom dari program pemerintah, setiap peserta KB hanya menggunakan enam buah setiap bulannya. Karena untuk jenis kondom sudah banyak di pasaran. ”Tahun-tahun ke belakang juga peserta KB kondom persentasenya juga paling rendah. Karena memang tidak efektif dan tidak terlalu diminati. Peserta KB kondom per Desember 2021 hanya 645 akseptor,” ujarnya.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: