CIGALONTANG, RADSIK – Sebelas padepokan silat yang ada di Tasikmalaya wilayah Barat membentuk Aosiasi Seni Budaya Tasik Barat (ASBTB) di Padepokan Cimaung Paeh Kecamatan Cigalontang. Hal ini dilakukan untuk terus melestarikan budaya di era digital.

Ketua ASBTB Ki Sahrul mengatakan, Asosiasi Seni Budaya Tasik Barat yang berlokasi di wilayah Cigalontang terus merangkul dan menjadi wadah para penggiat seni budaya sunda.

”Bahwa saat ini dibutuhkan sekali wadah untuk para penggiat seni budaya. Dengan adanya Asosiasi Seni Budaya Tasik Barat, kami berharap bisa menjadi wadah penyatu para penggiat seni. Baik itu dari padepokan paguron sanggar seni dan lingkung seni,” ujarnya.

Ki Sahrul mengungkapkan, ingin bersama-sama mempertahankan seni budaya yang ada di Tasikmalaya. Di antaranya seperti pencak silat, angklung seret, angklung buncis, dogdog, lais, rudat, jaipong, degung terbang, sesingaan dan seni lainya.

Selain itu juga, kata dia, ingin mempertahankan dan mengembangkan kembali budaya kearifan lokal seperti kaulinan sunda yang ada di Tasikmalaya khususnya di wilayah Tasik Barat.

”Jika bukan kita siapa lagi yang akan menyatukan penggiat seni dan ngamumule serta melestarikan seni budaya sunda yang ada di Tasikmalaya. Sasarannya merupakan kaum milenial dan anak- anak muda, yang nantinya akan menjadi regenerasi penerus untuk melestarikan seni budaya sunda yang ada di Tasikmalaya khususnya wilayah Tasik Barat,” ujar dia.

”Warisan leluhur ini harus kita pertahankan, kita jaga dan kita lestarikan. Kita juga bersama-sama dengan Dewan Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya (DPKKT) bersinergi juga dengan pemerintah pusat. Sebab, selama ini masih kurang perhatian baik dari pemerintah daerah maupun yang lainnya,” ucapnya menegaskan.

Ki Solihin, Bendahara Asosiasi Seni Budaya Tasik Barat menambahkan, dari padepokan paguron sanggar seni lingkung seni yang ada di Tasik Barat. Mulai dari Kecamatan Cigalontang, Kecamatan Tanjungjaya, Kecamatan Salawu, Kecamatan Leuwisari, Kecamatan Sariwangi, Kecamatan Singaparna, Kecamatan Maangunreja dan lainnya.

”Setiap padepokan paguron sanggar seni lingkung seni mewakili dari tiap kecamatannya masing-masing. Nantinya, akan ada pembinaan dari ASBTB, agar seni budaya kearifan lokal terus menerus ada di setiap kecamatan dan desa,” kata dia.

Cara yang menarik, ASBTB membuat sebuah produk karya seni budaya yang terus menerus di jalani melalui kegiatan pagelaran seni budaya dengan tema ngaliwet saamparan.

”Selain menampilkan pagelaran seni budaya, ASBTB juga menampilkan stand-stand produk kearifan lokal, yaitu usaha ekonomi produktif seperti kopi Cigalontang, kerajinan tangan, anyaman produk pertanian dan lain sebagainya,” ujarnya menambahkan. (obi)

By Midi

%d blogger menyukai ini: