TASIK – Momentum 77 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Tasikmalaya mengajak segenap elemen masyarakat melanjutkan sinergitas. Atas upaya dan komitmen bersama dalam membangun kekompakan beranjak dari keterpurukan dampak pandemi Covid-19 yang berlangsung selama dua tahun terakhir.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Muhammad Yusuf mengungkapkan sejalan dengan tema Ulang Tahun Republik Indonesia ke 77 yakni ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat. Diharapkan mampu memberikan semangat bagi seluruh masyarakat, bersama-sama berjuang memulihkan situasi. Baik ekonomi, sosial, budaya dan sektor lain yang terdampak menyebarnya wabah.

“Melalui tema ini, menunjukan spirit bagi kita untuk kembali bangkit lebih baik lagi, kuat menghadapi setiap tantangan yang dihadapi,” tuturnya.

Ia mengenang saat masa pandemi Covid-19 mewabah di Kota Tasik. Semua pihak bersinergi mengendalikan situasi serta kondisi. Pemerintah pun, meski dalam kondisi diterpa wabah, terus merealisasikan program dan pembangunan. Dimana, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) mencapai 6.771, yang telah melampaui target capaian di Tahun 2024 sebanyak 5.000 unit. Tidak hanya itu, program Pembangunan Jalan Lingkar Utara pun dilanjutkan, sepanjang 3,81 kilometer, menghubungkan persimpangan Lanud Wiriadinata sampai dengan Jalan Mohammad Hatta atau Karangresik.

“Pembangunan itu, secara keseluruhan baru terealisasi sebesar 33,43 persen, meliputi pembangunan jembatan fly over, Jembatan Cikalang, Jembatan Dalem Suba, pembangunan jalan dan bangunan pelengkap jalan. Sedangkan untuk Jembatan Ciloseh saat ini sedang tahap pelak­sanaan konstruksi yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR yang insyaallah selesai tahun ini,” rincinya.

Di sektor ekonomi, Pemkot juga merealisasikan Pembangunan Pusat Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Industri Kreatif (PPIK). Fasilitas tersebut diperuntukan sebagai pusat sarana informasi dan promosi produk daerah. Kemudian, Pasar Rakyat Pancasila pun sukses direvitalisasi, dengan berdirinya 2 lantai areal perdagangan bagi masyarakat. terdiri dari 270 kios dan 64 los serta fasilitas pendukung lainnya.

“Termasuk, Pembangunan Pasar Rakyat Cibeureum yang terdiri dari 78 kios dan 128 los yang baru kemarin kita resmikan,” kata dia.

Tidak hanya di sektor perekonomian, Pemkot juga berkonsentrasi untuk meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan. Seperti menggelontorkan Bantuan Operasional Posyandu sebesar Rp 818.400.000 untuk 5.456 kader se-Kota Tasikmalaya.

“Kami juga memberikan insentif terhadap guru madrasah diniyah, bagi 5.448 orang dengan total alokasi Rp 3,2 miliar. Serta bantuan hibah sarana keagamaan tahun lalu sebesar Rp 17 miliaran untuk 124 lembaga,” jelas Yusuf.

Di tahun ini pun, selain mewu­judkan pusat kota yang tertata, nyaman dan representatif. Pemkot juga ingin membangun lokasi yang ikonik serta khas untuk daerah, yang diharapkan bisa mendongkrak tingkat kunjungan ke area per­ekonomian itu.

“Tahun ini pun, kami sedang melaksanakan penataan, drainase, trotoar di HZ Mustofa dan Cihideung yang dilaksanakann sejak Juli dan ditarget tuntas Oktober mendatang. Sejauh ini sudah terealisasi 25,49 persen dan 35 persen pelaksanaan kegiatan di sana,” rinci orang nomor 1 di Kota Tasikmalaya itu.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan MSi menuturkan momentum HUT RI tahun ini, bisa dimaknai mendalam semua kalangan. Bahwa, keleluasaan dalam beraktivitas saat ini ditandai dengan bergeliatnya perekonomian di daerah. Ia berharap, kekompakan dan kolaborasi pemerintah beserta masyarakat dan segenap unsur di daerah bisa terus berlangsung agar pemulihan semakin cepat, dan kondisi semakin membaik lagi.

“Pemerintah tahun ini memberikan keleluasaan bagi masyarakat dalam memperingati dan memeriahkan HUT RI, namun kita harap juga tidak abai dan tetap menjaga protokol kesehatan, karena kita masih berada di PPKM Level 1 dan covid-19 belum benar-benar hilang,” ajak Ivan. (*)

%d blogger menyukai ini: