MANGUNREJA, RADSIK – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya M Fuad Abdul Aziz ST MP mengajak kepada ASN yang ada di lingkungan kerja DPUTRLH meningkatkan kinerja dalam bertugas dan melayani masyarakat.

 

“Pelayanan yang baik tentunya diharapkan oleh masyarakat untuk meningkatkan pelayanan tersebut, tidak terlepas dari kualitas dan kinerja para ASN di lingkungan kinerjanya masing-masing terhadap masyarakat, khusunya di lingkungan DPUTRLH,” ujarnya kepada Radar, Kamis (1/12/2022).

 

Fuad menyebutkan, para ASN di lingkup DPUTRLH diharapkan terus berbenah diri, dalam rangka meningkatkan kualitas SDM dan diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat.

 

Menurut dia, hal tersebut dinilai perlu, karena untuk berbenah ke arah yang lebih baik demi pelayanan kepada masyarakat. Selain itu juga, mengingatkan agar para ASN, menghindari perilaku-perilaku yang dianggap merugikan negara hingga diri sendiri. Karena kualitas ASN merupakan cerminan dari kualitas pembangunan suatu daerah itu sendiri.

 

Ini semua, kata dia, demi kemajuan suatu daerah, hal itu tercermin dari pelayanan kepada masyarakatnya. “Makanya kualitas sumber daya manusia para aparatur sipil negara harus ditingkatkan agar lebih inovatif dan kreatif, baik dalan menjalankan tugas, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, juga dalam melayani masyarakat,” kata Fuad menegaskan.

 

Lebih lanjut, selain kualitas SDM yang harus terus ditingkatkan. Penting pula bagi ASN menjaga perilaku, etika dalam bergaul. Karena ASN menjadi simbol dari pemerintahan. “Saya juga minta para ASN dapat menjaga disiplin serta nama baik dinas khususnya dan Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya umumnya. Bersikap dan bertutur kata, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun ketika berinteraksi di dunia maya,” ucapnya.

 

Fuad mengaku, tidak ingin ada ASN di lingkungan DPUTRLH yang berperilaku buruk dalam interaksi sosialnya. Di dunia teknologi maju saat ini, tingkah laku dapat dengan mudah terekam dalam digital. Sehingga akan menjadi citra negatif. “Ada yang namanya rekam jejak digital, perilaku kita akan bisa disimpan kemudian dinilai oleh masyarakat,” kata Fuad, menambahkan. (obi)

%d blogger menyukai ini: