Kinerja APBN Priangan Timur Hingga November 2023 Lebih Kuat dari Target Awal

RADARTASIK.ID – Forum ALCo (Asset and Liabillites Committee) Priangan Timur yang beranggotakan seluruh Kantor Vertikal Kementerian Keuangan se-Priangan Timur merilis Kinerja dan Fakta (KiTa) APBN periode 30 November 2023. Rilis ini mengungkap kinerja APBN Priangan Timur sampai dengan 30 November 2023.

Kinerja penerimaan pajak terealisasi sampai dengan 30 November 2023 sebesar Rp1,49 triliun (89,18%) dari target tahun 2023 dan mengalami penurunan  – 0,33% (y-o-y).

Realisasi Penerimaan Perpajakan sampai dengan periode ini (89,18%) masih lebih rendah dibandingkan dengan Realisasi Penerimaan Perpajakan Nasional yang mencapai 101,3%.

Baca juga: Inilah Kinerja APBN Priangan Timur Hingga Agustus 2023

Penerimaan Perpajakan terdiri dari Pajak Penghasilan sebesar Rp790,90 miliar (86,61% dari target), PPN & PPNBM sebesar Rp565,54 miliar (95,98% dari target), Pajak Bumi & Bangunan sebesar Rp81,62 miliar (85,85% dari target) dan Pajak Lainnya sebesar Rp60,65 miliar (72,92% dari target).

Secara kumulatif jenis pajak PPN & PPNBM yang mencatat pertumbuhan positif paling besar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022.

Dari total penerimaan perpajakan periode ini pajak penghasilan mencakup 52,77%, PPN & PPNBM 37,73%, Pajak Bumi & Bangunan 5,45%, dan pajak lainnya 4,05%. Penerimaan pajak PPH tertinggi adalah PPh21 sebesar Rp452,98 miliar sedangkan pajak PPN tertinggi adalah PPN Dalam Negeri sebesar Rp559,95 miliar.

Secara sektoral, sektor yang berkontribusi besar dalam penerimaan pajak berasal dari Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib (49,66%) kemudian diikuti Sektor Lainnya (21,57%).

Baca juga: Razia Knalpot Tak Standar Digencarkan, Pelanggarnya Didominasi Remaja

Penerimaan perpajakan berdasarkan per jenis Wajib Pajak terdiri dari Badan Rp681,01 miliar dan Orang Pribadi Rp76,55 miliar. Sedangkan berdasarkan per jenis PPM Rp1.405,15 miliar, PKM Rp93,58 miliar, Bendahara Rp745,51 miliar dan Extra Effort Rp 93,74 miliar.

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai terealisasi sebesar Rp53,95 miliar atau 99,76% dari target tahun 2023 dan mengalami pertumbuhan 117,26% (y-o-y). Nilai capaian tersebut lebih besar daripada penerimaan Kepabeanan dan Cukai nasional yaitu Rp256,5 triliun.

Kenaikan tarif cukai pada tahun 2023 berpengaruh positif terhadap penerimaan negara di sektor cukai, dengan menghasilkan pertumbuhan yang meningkat. Realisasi Cukai sebesar Rp52,24 miliar atau 98,03% dari target dan Realisasi Bea Masuk sampai dengan periode ini sebesar Rp1,709 miliar atau 217,07% dari target.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *