Ketersediaan Stok Beras di Ciamis Hanya Cukup untuk Dua Bulan

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Ketersediaan stok beras di Kabupaten Ciamis ternyata hanya cukup untuk dua bulan ke depan.

Data itu didapat setelah pemerintah melakukan pengumpulan data lapangan tentang ketersediaan stok beras di setiap kecamatan di Kabupaten Ciamis yang berjumlah 27 kecamatan.

“Untuk saat ini memang angka ketersediaan beras di Kabupaten Ciamis aman hingga dua bulan mendatang atau Januari 2024. Itu di luar pasar dan stok CPPD Ciamis yang di Bulog,” ujar Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Ciamis Amin Mabruri kepada Radar, Rabu (22/11/2023).

Diketahui saat ini harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Ciamis masih tinggi. Masalah ini diduga terimbas dari adanya perang di belahan negara lain dan dampak El Nino yang membuat para petani gagal panen.

Baca juga: Musim Kemarau, Stok Beras di Kota Banjar Justru Tersedia 8.338 Ton

Akibatnya stok pangan mengalami kelangkaan di pasaran. Pemerintah daerah pun dituntut pintar mengatur ketersediaan barang kebutuhan pokok dan menjaga harga pangan agar tetap stabil.

“Karena dampak perang dan El Nino sehingga banyak yang tidak menanam dan gagal panen. Keadaan saat perlu menjaga stok dan beredar kebutuhan pokok, agar stabil sampai nantinya panen raya di kemudian bulan berikutnya,” ujarnya.

Ia menyebut harga beras yang masih tinggi disebabkan permintaan banyak tapi stok sangat kurang. Untuk mengatasinya diperlukan intervensi seperti menyelenggarakan operasi pasar murah.

“Karena dengan operasi pasar murah bisa penyetabil harga dan pasokan. Intinya agar masyarakat dilayani sehingga harga dapat terjangkau,” ujarnya.

Baca juga: 8 Langkah Tukar Tambah Hape Samsung Secara Online

Menjelang natal dan tahun Baru (Nataru) 2024, agar tetap menjaga stabil harga, pemerintahan Kabupaten Ciamis memang melakukan persiapan untuk antisipasi dalam menghadapi Nataru saat ini.

“Dalam persiapan Nataru perlu menekan inflasinya. Sebab, ada kecenderungan akhir tahun November dan Desember naik inflasinya,”katanya.

Pendataan ketersediaan bahan pokok tersebut salah satunya untuk mengetahui ketersediaan beras masing-masing kecamatan. Lalu mencatat luas area tanam dan mengahasilkan berapa gabah kering setiap tahunnya.

“Baru nanti muncul ketersediaan dan kebutuhan per kecamatan, yang selanjutnya dikonversikan sisa ada yang buat ketersediaan 0 bulan, 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan. Nantinya perlu dilakukan gerakan pasar murah seperti Kecamatan Ciamis yang  ketersediaan 0 bulan saat jelang Nataru,” pungkas dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *