Kelompok Tani di Pangandaran Bangun Rumah Burung Hantu

rumah burung hantu
Kelompok tani dan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran saat mendirikan Rumah Burung Hantu di Desa Ciliang Kecamatan Parigi, Sabtu, 13 Juli 2024. (Istimewa for Radartasik.id)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Beberapa kelompok tani di Kabupaten Pangandaran membuat Rumah Burung Hantu (Rubuha) untuk mengantisipasi serangan hama tikus ke ladang sawah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Yadi Gunawan mengatakan, anggaran pembangunan Rubuha itu merupakan swadaya dari kelompok tani. 

”Jadi ada pencanangan gerakan Rubuha secara nasional, setiap kecamatan minimal membuat satu atau lebih Rubuha,” katanya kepada Radartasik.id, Minggu, 14 Juli 2024.

Baca Juga:Diskon Menarik dari DAM, Hemat Besar Mulai dari Scoopy hingga PCXJangan Asal Nyalip! Pelajari Cara Aman Mendahului Kendaraan di Jalan Raya

Ada sebagian kelompok tani yang juga mendapat dana desa untuk membuat Rubuha tersebut. 

”Fungsi Rubuha itu untuk sarang burung hantu, karena serangan hama tikus di berbagai daerah cukup masif,” ungkapnya.

Untuk memberantas hama tikus dengan bahan kimia, kata dia, cukup berbahaya dan jadi alternatif terakhir, maka dibuatlah gerakan Rubuha. 

”Jadi pemberantasannya dengan cara alami, dengan membuat sarang burung hantu di pesawahan. Jadi lebih ramah lingkungan,” katanya.

Secara otomatis burung hantu akan memangsa tikus yang menjadi hama di sawah. Karena hama jenis ini memberikan kerusakan yang cukup besar dibandingkan hama wereng. ”Kerusakannya bisa sampai 70 persen,” terangnya.

Ia mengatakan, burung hantu ini tidak bisa membuat sarang sendiri sehingga perlu dibuatkan oleh manusia. ”Jadi dibiarkan saja datang ke Rubuha dan bertelur di sana,” ucapnya.

Menurut dia, orang Pangandaran sering menyebut burung hantu pemangsa tikus sebagai buek koreak. ”Jadi 99 persen makanannya tikus,” katanya.

Baca Juga:Kota Madinah-Kota Tasik Rasanya Begitu Dekat Saat Mas Joko Sudarmawan Video Call, Asli Jadi Rindu RaudhahPantas Berada di Final Euro 2024, Luis de la Fuente Tegaskan Spanyol Tidak Menang dengan Cuma-Cuma

Menurut Yadi, paling banyak hama tikus berada di daerah Padaherang dan Mangunjaya. ”Selain merusak tanaman padi, juga bisa menimbulkan penyakit leptospirosis,” ujarnya.

Menurut dia, para tikus ini banyak yang suka mengasah giginya ke batang padi. Walaupun tidak berniat memakannya. ”Tetap menimbulkan kerusakan,” ucapnya. (Deni Nurdiansah)

0 Komentar