BANJAR, RADSIK – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Oom Supriatna mengatakan, kegiatan budaya di Kota Banjar sempat mati suri selama Pandemi Covid-19. Sekitar dua  tahun lebih.

Bahkan tahun ketiga, belum ada anggaran untuk kegiatan program seni dan budaya. Hal itu menjadi salah satu alasan utama tidak adanya pelaksanaan seni dan budaya selama Covid-19, disamping ada aturan PPKM.

“Pada saat saya di Bidang Kebudayaan dulu pada tahun 2019 ada inovasi Program Simas Simadu dari yang kami rintis bersama tim, namun hal itu terhambat oleh Covid-19,” kata Oom daat diwawancara di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Rabu (248/2022).

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: