TASIK, RADSIK – Kecelakaan merupakan hal yang tidak direncanakan. Apalagi diinginkan. Namun kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan bisa menjadi perkara hukum.

Penanganan kasus hukum perkara kecelakaan bisa selesai dengan mediasi atau restorative justice. Namun ada juga yang prosesnya berlanjut sampai pengemudi divonis penjara.

Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Tasikmalaya, di 2022 ini tercatat ada tiga sidang perkara kecelakaan lalu lintas. Ketiganya sudah melewati sidang putusan dan terdakwanya divonis hukuman penjara.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

 

%d blogger menyukai ini: