Kasus PMK di Garut Merebak, Diskanak Lakukan Vaksinasi

GARUT, RADARTASIK.ID – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK kembali merebak di Kabupaten Garut. Kasus tersebut muncul di Kecamatan Cilawu, Wanaraja, Leles, serta Malangbong. PMK diduga berasal dari ternak baru yang dibeli di luar pasar ternak di luar Kabupaten Garut yang tidak memenuhi prosedur pemasukan ternak tanpa adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Namun demikian meski kembali merebak, kasus PMK masih terkendali karena ada penanganan cepat dari petugas Diskanak.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika mengatakan, kasus PMK ini muncul karena banyak ternak berasa dari luar daerah yang dibeli oleh peternak.

“Munculnya kasus PMK kembali karena adanya ternak baru yang membawa bibit penyakit dari luar tanpa melalui pengecekan kesehatan hewan dari dokter hewan berwenang dari daerah asal, sehingga penyakit ini masuk ke daerah Garut,” katanya.

Ia menerangkan jika ternak ternak tersebut dibeli untuk dipeliharaan dan dijual belikan pada saat Idul Qurban. PMK sendiri merupakan penyakit menular ternak khususnya pada sapi, kerbau, domba dan kambing, yang disebabkan oleh virus dengan gejala ternak mengeluarkan leleran dari mulut yg berlebihan (hipersalivasi), lepuh di mulut dan kuku.

Baca juga: Pembayaran Uang Ganti Rugi Tol Getaci Berlanjut, Desa di Garut Ini Pertama di Tahun 2024

Beni menjelaskan ada 5 ekor sapi baru di Cilawu yang dibeli dari luar menunjukkan gejala PMK telah mendapat penanganan dan kini menunjukkan kesembuhan.

Selain itu, ditemukan juga beberapa suspek atau hewan ternak yang bergejala PMK di Wanaraja, Malangbong, hingga Leles, yang saat ini masih terus mendapatkan perhatian lebih dari pihaknya.

Menindaklanjuti kasus tersebut, kata Beni, pihaknya melakukan langkah cepat dengan melakukan vaksinasi PMK pada ternak-ternak yang sehat. Pihaknya juga telah mengeluarkan imbauan tentang peningkatan kewaspadaan PMK di Kabupaten Garut.

“Pengobatan pada ternak sakit, penerapan bio security untuk kandang tertular dan mencegah penyebarluasan virus PMK,” katanya.

Akibat merebaknya kasus PMK ini juga, Beni mengimbau kepada masyarakat, khususnya para peternak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan PMK dengan melakukan vaksinasi pada ternak yang sehat, memberikan pakan berkualitas untuk meningkatkan kondisi ternak, dan membeli hewan ternak sehat disertai dengan bukti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *