PAGERAGEUNG, RADSIK – Pemerintah Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kepada warga penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

“Kami langsung terjun ke lapangan, dikhawatirkan terdapat kendala. Ada 50 unit rumah yang tersebar di seluruh kampung sedang dibangun. Rata-rata satu kampung ada 3-4 orang penerima manfaat,” ujar Kepala Desa Guranteng Endang Bahrum kepada Radar, Kamis (7/9/2022).

Kata Endang, sebagian besar sudah mencapai progres tahapan pembangunan sekitar 70-85 persen. Monitoring evaluasi ini perlu dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan dengan lancar dan mengikuti aturan yang berlaku.

“Diharapkan semua pembangunan ini bisa segera selesai tepat waktu dan masyarakat bisa senang dengan dibangunnya tempat tinggalnya yang lebih layak. Saya senang melihat keceriaan di masyarakat yang menjadi penerima manfaat,” kata pria murah senyum ini.

Menurut dia, program dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ini sudah tepat sasaran diberikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. “Program ini ditujukan guna memenuhi kebutuhan rumah yang layak huni bagi masyarakat serta untuk memberikan pemenuhan rumah yang sehat agar mampu meningkatkan kualitas rumah yang baik dan aman,” ucap dia.

“Program ini tentunya sangat membantu warga di Desa Guranteng khususnya dalam pemenuhan rumah sehat dan layak huni. Saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atas alokasi bantuan Rutilahu untuk warga saya,” ucapnya.

Kata dia, dengan adanya bantuan Rutilahu dari Pemerintah Provinsi Jawa barat, masyarakat di Desa Guranteng yang tadinya tempat tinggalnya tidak layak huni lebih bisa layak huni, walaupun sekarang bangunannya masih dalam tahap proses.

“Mudah-mudahan ke depan program ini berkesinambungan dan pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat lebih memperhatikan lagi karena masih banyak rumah warga yang layak dibangun,” ucapnya.

Lanjut dia, pihaknya meminta kepada ketua pelaksana kegiatan agar berupaya keras dan tanggung jawab penuh memberikan pelayanan pembangunan sesuai petunjuk teknis dari pemerintah dan melakukan pelaksanaan pembangunan dengan sebaik mungkin.

“Dalam pembangunan Rutilahu ini, terus lakukan pengecekan, apa saja yang kurang, sampai di mana pelaksanaan pembangunan agar berjalan dengan lancar dan memberikan semangat kepada para pekerja secara profesional agar hasilnya maksimal,” kata dia. (obi)

 

%d blogger menyukai ini: