CIHIDEUNG, RADSIK – Diperbolehkannya pembongkaran pagar untuk kepentingan kegiatan merupakan sebuah gebrakan baru. Hal ini bisa menjadi percontohan untuk penyelenggaraan kegiatan masyarakat lainnya.

Hal tersebut diungkapkan aktivis sekaligus tokoh warga sekitar Dadaha Asep WK yang mengaku baru tahu kalau pembongkaran pagar bisa dilakukan. Karena sebelumnya, langkah tersebut belum pernah dilakukan. “Mungkin sebelumnya tidak terpikirkan juga, dan langkah itu sangat inovatif,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (26/8/2022).

Dia mengapresiasi pemerintah yang tidak kaku, sehingga mengizinkan pe­nyelenggara melakukan pembongkaran pagar. Tentunya, tanpa ada biaya apapun selain pembayaran retribusi. “Tidak ada biaya lain kan, hanya bayar retribusi peminjaman tempat saja,” katanya.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: