Inovasi Retribusi Parkir dengan Barcode di Kota Banjar Tekan Kebocoran, Klaim PAD Parkir Naik

BANJAR, RADARTASIK.ID – Terobosan dalam mengantisipasi kebocoran retribusi parkir ke kas daerah diklaim ampuh.

Melalui sistem penerimaan retribusi parkir menggunakan aplikasi barcode, setoran ke kas daerah setiap harinya naik.

“Selama penerapan sistem penarikan menggunakan barcode, dalam satu minggu terakhir per hari mencapai Rp 2,6 juta. Rata-rata meningkat Rp 600 ribu per hari,” ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Banjar Hj Ika Kartikawati SIP, MSi, Minggu 5 November 2023.

Baca Juga: Miras Oplosan Memakan Korban di Kota Banjar, 3 Warga Meninggal Dunia

Hj Ika Kartikawati mengaku, inovasi yang dilakukan berbuah manis. Program digitalisasi retribusi parkir mampu mendokrak PAD Parkir Kota Banjar.

“Kita berharap program digitalisasi parkir ini bisa menggali lagi potensi potensi parkir di tempat yang lain. Karena ada beberapa titik yang belum ditarik retribusi. Selain itu, penerapan sistem digitalisasi ini untuk memutus mata rantai kebocoran PAD,” katanya.

Baca Juga: Membanggakan! 6 Anak Asal Kota Banjar Kembali Dipanggil di Tim Garuda Muda Pelajar

“Dalam satu minggu terakhir ini kita mampu memperoleh pendapatan Rp 2,6 juta bahkan sampai 3,2 jika ditambah dengan parkir khusus,” kata Ika menambahkan.

Hj Ika menjelaskan, selama sistem menggunakan digitalisasi barcode, petugas parkir menyetor besaran retribusi seusai target. Sehingga PAD retribusi yang didapatkan meningkat dibanding sebelum-sebelumnya.

Retribusi Parkir Tercatat Dalam Sistem

Jadi, lanjut dia, besaran nilai retribusi parkir sudah tercatat di sistem. Fungsi barcode untuk menyelaraskan setoran yang dipungut dari juru parkir ke kas daerah. Sehingga besaran retribusi sesuai.

“Ini luar biasa peningkatan PAD retribusi sudah signifikan, kita mendapat setoran lebih Rp 3 juta, dibandingkan sebelumnya hanya sebesar Rp 2 juta sebelumnya,” kata Hj Ika.

Ia menambahkan, berupaya untuk menambah peralatan guna menunjang kinerja dari setiap kolektor penarik retribusi parkir. Selama penerapan sistem barcode baru ada tiga mesin barcode yang digunakan.

“Ke depan akan kita tambah agar pelaksanaan tugas petugas di lapangan dapat semakin maksimal sehingga dapat mencapai target PAD Retribusi Parkir Tahun 2023,” kata Hj Ika. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *