Inovasi Pendidikan, MAN 2 Tasikmalaya Kembangkan Kurikulum Operasional Madrasah

MAN 2 Tasikmalaya
Kepala dan Wakasek Kurikulum Madrasah Aliyah Swasta (MAS) di MAN 2 Tasikmalaya mengikuti kegiatan workshop pengembangan kurikulum operasional madrasah di Aula MAN 2 Tasikmalaya, Rabu, 10 Juli 2024. (Diki Setiawan/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kementerian Agama (Kemenag) bersama MAN 2 Tasikmalaya menggelar In House Training and Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (Kurmer), Rabu, 10 Juli 2024.

Kegiatan yang diikuti oleh kepala dan wakil kepala Bidang Kurikulum Madrasah Aliyah Swasta (MAS) tersebut mengangkat tema ”Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah dan Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Refleksi dan Umpan Balik yang Membangun.”

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya H Dudu Rohman MSi didampingi Kepala MAN 2 Tasikmalaya Drs H Atam Rustam MSi beserta Pengawas H Lukman Hakim MPd.

Baca Juga:Pengawasan Pemilihan Partisipatif, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Minta RT dan RW Awasi Pilkada 2024Aksi Heroik Crosser Astra Honda di MXGP Lombok, Raih Poin Krusial di Kejuaraan Dunia

Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya H Dudu Rohman MSi menekankan adanya pencapaian prestasi melalui inovasi, perubahan dan orientasi hasil yang didapatkan. 

”Kami berharap peserta dapat memahami tentang pengembangan kurikulum operasional madrasah di masing-masing MAS,” ujar Dudu.

Kepala MAN 2 Tasikmalaya Drs H Atam Rustam MSi berharap melalui workshop pengembangan kurikulum operasional madrasah kepala maupun wakasek kurikulum bisa merealisasikan kurikulum merdeka dengan baik.

”Diharapkan bapak dan ibu guru sebagai pengajar betul-betul memahami kedudukan atau fungsi dari kurikulum Merdeka ini di sekolahnya masing-masing,” harap Atam.

Menurut dia, tidak ada perbedaan yang begitu signifikan antara Kurikulum 2013 (Kurtilas) dengan Kurikulum Merdeka. 

Akan tetapi pada Kurikulum Merdeka ada penekanan terhadap pengajaran yang disesuaikan dengan minat dan bakat siswa dalam pengajarannya.

”Kami memberikan penjelasan dan arahan tentang karakteristik kurikulum merdeka. Dan kebetulan di MAN 2 Tasikmalaya penggunaan kurikulum merdeka sudah memasuki tahun kedua yang dilaksanakan di kelas X dan XI, sementara di MAS itu ada yang masih Kurtilas,” terangnya.

Baca Juga:Jurnalis Diajak DAM Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Produk BermanfaatMenyingkap Misi Merekatkan Budaya Sunda-China, Komunikasi Pakai Mesin Penerjemah demi Menjaga Kerahasiaan

Dia menambahkan, ada 17 MAS di bawah MAN 2 Tasikmalaya yang mengikuti workshop pengembangan kurikulum operasional madrasah yang diselenggarakan Bersama Kemenag Kabupaten Tasikmalaya dan penerbit Erlangga.

”Kita melaksanakan workshop pengembangan kurikulum operasional madrasah ini sesuai karakteristik kurikulum Merdeka. Intinya pengajar itu betul-betul mengayomi dan memahami karakter dan minat bakat siswa,” ujarnya. (Diki Setiawan)

0 Komentar