JAKARTA, RADSIK – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan. Apalagi, sektor itu adalah padat karya dan berorientasi ekspor. Periode Januari–April 2022, TPT menjadi penghasil devisa dengan nilai sebesar USD 5,36 miliar.

“Dengan kontribusi tersebut, industri TPT memiliki peranan yang cukup penting dan strategis dalam mendorong perekonomian nasional,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Arus Gunawan akhir pekan lalu (27/8/2022).

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: