Harga Cabai Jadi Fokus Pengendalian Inflasi Kota Tasikmalaya di Tahun 2024

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim Pengedalian Inflasi Daerah (TIPD) Kota Tasikmalaya tetapkan target untuk 2024 pada rentang 1,5% hingga 3,5%.

Angka itu akan ditempuh dengan cara fokus mengendalikan harga komoditas cabai, telur, dan beras.

“Kalau tahun kemarin target itu plus minus tiga, jadi dua sampai empat. Sekarang ini turun jadi 2,5 sampai 3,5 itulah range inflasi yang kita targetkan,” kata Drs H Ivan Dicksan, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya.

Ivan menjelaskan bahwa kenaikan harga komoditi tersebut jadi penyumbang utama inflasi Kota Tasikmalaya.

Baca juga: Siswa SDN 3 Sukamaju Raih 2 Piala Pencak Silat Tingkat Kota Tasikmalaya

Untuk itu, dibutuhkan peran serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih serius dalam menjalankan strategi 4K. Antara lain sebagai berikut:

  1. Keterjangkauan Harga, dengan peningkatan operasi pasar/ bazar pangan/ program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
  2. Ketersediaan Pasokan, dengan peningkatan produksi, melalui program tanam pekarangan, pengembangan food estate maupun urban farming penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
  3. Kelancaran distribusi, dengan fasilitasi distribusi pangan dari daerah surplus ke defisit serta penguatan dan perluasan kerja sama antar daerah.
  4. Komunikasi efektif, melalui pemantauan dan penguatan data secara detail serta pemantauan/ sidak pasar bersama satgas pangan.

Baca juga: Tahun Baru 2024, H Ucu Anwar Tahu-Tahu Jadi Plt Kadisdik Kota Tasikmalaya

“Misalnya, kenaikan harga kepada masyarakat kan itu bisa memberikan kontribusi inflasi. Seperti kaitan dengan Dinas Perwaskim, yang membina perumahan menghimbau kepada para pemilik kos untuk tahun ini kenaikan harganya jangan terlalu tinggi,” terang Ivan.

“Karena itu ternyata bisa berdampak terhadap kenaikan inflasi,” tambahnya.

Banyak lahan di Kota Tasikmalaya, yang menurut Ivan bisa dimanfaatkan untuk program pengendalian inflasi tahun 2024.

“Kita juga fokus terkait komunitas pangan, harus terus konsen terkait dengan cabai merah, bawang, telur, dan beras,” ucapnya.

Baca juga: Tahun Baru 2024, H Ucu Anwar Tahu-Tahu Jadi Plt Kadisdik Kota Tasikmalaya

“Kita juga akan mencoba menginventarisir tanah milik pemerintah daerah, yang belum termanfaatkan. Dioptimalkan untuk komoditas tertentu. Tanah carik, lahan pemakaman juga bergeraknya tidak terlalu cepat. Sebenarnya kita punya potensi itu, untuk membina kelompok tani sekitar,” jelas Ivan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *