Hadirkan 25 Kampus Nasional dan Luar Negeri, Satas Education Fair, Targetkan 90% Lulusan Berkuliah

Satas
Kepala SMAN 1 Tasikmalaya Dr H Yonandi SSi MT (kanan) bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah XII Tasikmalaya Dedi Suryadin dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan hadir di pembukaan rangkaian kedua HUT SMAN 1 Tasikmalaya (Satas) ke-67 tahun yakni Satas Education Fair dan Pameran, Senin (11/9/2023).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Rangkaian kedua, Hari Ulang Tahun (HUT) SMAN 1 Tasikmalaya (Satas) ke-67 tahun dengan menyelenggarakan Satas Education Fair dan Pameran, Senin-Selasa (11-12/9/2023). Itu menampilkan 25 perguruan tinggi swasta, negeri, dan luar negeri serta terdapat pameran siswa Satas.

Kepala SMAN 1 Tasikmalaya Dr H Yonandi SSi MT mengatakan, SMAN 1 Tasikmalaya berharap dengan adanya education fair ini bagian dari strategi SMAN 1 Tasikmalaya agar siswa bisa terserap di masuk perguruan tinggi. Untuk itu, menghadirkan 25 perguruan tinggi ternama, baik negeri, swasta, dan luar negeri.

“Kegiatan education fair ini, salah satunya untuk menyukseskan K yang ketiga yaitu katarima. Karena ini semua mimpi siswa dan orang tua bisa masuk perguruan tinggi yang diminati,” katanya kepada wartawan, Senin (11/9/2023).

Baca Juga:Matematika Lebih Mudah dengan Metode GasingHasil Foto Seperti di Studio Profesional, Vivo V29 dengan Teknologi Aura Light Portrait

Sebab, SMAN 1 Tasikmalaya memiliki program unggulan yakni 3 K yaitu Karakter, Kabisa, Katarima.  Artinya, karakter yaitu menjadikan siswa bertakwa, jujur, dan mandiri. Lalu Kabisa, yaitu siswa memiliki keterampilan dan kemampuan bertahan hidup.

Serta Katarima, tahun ini SMAN 1 Tasikmalaya memiliki mimpi 90 persen siswanya masuk ke perguruan tinggi. Karena tahun lalu ada 24,59 persen dan tahun 2022 ada 75 persen siswa yang masuk perguruan tinggi.

“Oleh karenanya kita sudah melakukan  pemetaan minat siswa sudah sejak awal masuk, dengan psikotes dari UGM. Dikasih juga try out, agar tidak sembarang untuk menentukan masa depannya,” ujarnya.

“Setelah itu, dikumpulkan orang tua dan siswanya untuk dialog dengan tim guru Bimbingan Konseling serta tim Wakasek. Tentunya untuk membantu agar memilih perguruan tinggi dan jurusan yang tepat,” tambahnya.

Selanjutnya ada para alumni terus memberikan motivasi kesuksesannya, sehingga para siswa memiliki inspirasi untuk mencapainya. Tentunya ini melihat passion siswa pun digali oleh sekolah, dengan kurikulum merdeka.

“Seperti ada kelas khusus untuk tenaga kesehatan. Tentunya untuk mengenalkan dan pembiasaan tentang kesehatan,” ujarnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah XII Tasikmalaya Dedi Suryadin menyampaikan perlunya educational fair ini sebagai pemetaan siswa untuk profesi ke depannya. Oleh karenanya, diharapkan memilih kuliah sesuai keinginan atau passion, jangan dipaksakan.

0 Komentar