Geng Santri Nyeureud Resahkan Pondok Pesantren di Kabupaten Ciamis, Langsung Dipulangkan ke Orang Tuanya

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Keberadaan geng Santri Nyeureud meresahkan pondok pesantren-pondok pesantren yang berada di Kabupaten Ciamis.

Hal itu diketahui dari sebuah video berdurasi 1.50 menit di yang beredar di media sosial. Video tersebut menampilkan pembakaran bendera Santri Nyeureud oleh salah seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) di wilayah Ciamis.

Pimpinan ponpes itu menjelaskan bahwa pembakaran bendera tersebut untuk mengingatkan kepada para santri agar tidak masuk geng Santri Nyeureud.

Sebab, sepengetahuannya, santri-santri yang masuk geng Santri Nyeureud setiap malam keluar dari ponpes. Mereka tidak mengikuti kegiatan ponpes seperti mengaji, sekolah, salat berjemaah, dan lainnya.

Baca juga:

Di video itu, pimpinan ponpes tersebut pun memberikan pesan kepada pimpinan atau pengurus pondok pesantren lainnya lebih waspada agar para santrinya tidak direkrut oleh geng Santri Nyeureud.

Menurut dia, geng Santri Nyeureud itu sudah membentuk perkumpulan beberapa santri dari beberapa pondok pesantren di Ciamis dan sekitarnya.

Dalam video itu, dia mengungkapkan santri-santrinya yang mengikuti geng Santri Nyeureud akan dipulangkan ke orang tuanya.

Dia pun menunjukkan tiga orang santri yang memiliki bendera besar yang bertuliskan Santri Nyeureud. Dia juga menegaskan tidak ingin membiarkan keberadaan Santri Nyeureud itu meluas karena bisa mencoreng pondok pesantren.

Radar berupaya untuk memverifikasi dan menelusuri asal video tersebut. Alhasil, video tersebut adalah benar adanya dan lokasinya berada di halaman Pondok Pesantren Nurul Huda Utsmaniyah di Dusun Pasir Lama Desa Lumbungsari Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis. Video tersebut dibuat pada Senin 29 Januari 2024.

Baca juga: 

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Utsmaniyah KH Oyo Sunaryo membenarkan ada tiga santrinya mengikuti Santri Nyeureud. Sekarang mereka sudah dipulangkan ke orang tuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *