SINGAPARNA, RADSIK – Permohonan nikah ba­wah umur atau dini di Kabupaten Tasikmalaya menuai tanggapan beragam. Ada yang menyebutkan dari sisi mental dan kesehatan reproduksi belum terlalu siap kalau usianya masih belasan tahun.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tasikmalaya dr Iman Firmansyah MMKes menjelaskan, dalam Undang-Undang tentang Anak, usia anak atau remaja itu sampai 18 tahun. “Jadi untuk pernikahan di bawah usia 18 tahun itu pernikahan di bawah umur. Jika dipaksakan maka ada dampak secara psikologis terhadap anak ketika menjadi seorang ibu dan ataupun persalinan, belum siap,” terang Iman saat ditemui di ruangannya, Jumat (20/1/2023).

Menurut dia, secara hormon anak usia di bawah 18 tahun masih belum stabil, dampaknya ke psikologis. Kemudian dari sisi fisik kematangan rahim belum matang. Termasuk, ketika persalinannya bisa menjadi permasalahan. Bisa terjadi pendarahan, keguguran, bahkan kekurangan hemoglobin (Hb), sehingga mengidap anemia.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

 

%d blogger menyukai ini: