TAWANG, RADSIK – Proyek rekonstruksi di Jalan HZ Mustofa dan Cihideung menuai tanggapan beragam. Pasalnya program yang melibatkan banyak instansi di lingkungan pemkot itu berlokasi di pusat aktivitas perekonomian publik dari masa ke masa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Ta­sik­malaya H Dudi Mulyadi ST, MSi me­negaskan, pro­gram ter­sebut sudah ur­gent. Sebab, ti­­dak hanya urus­an penataan pedestrian atau sarana publik lain yang terlihat secara kasat mata. Saluran sepanjang ruas kedua jalur sudah berubah fungsi. Semula drainase, kini jadi saluran limbah domestik warga setempat, termasuk pertokoannya.

“Jadi ketika ada yang ber­anggapan program ini dipaksakan, secara teknis ini sudah mendesak. Mau kapan lagi, kita membenahi pusat kota yang mana drainasenya sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya selama bertahun-tahun,” papar Dudi saat ditemui di Bale Wiwitan, Selasa (2/8/2022).

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: