Dosen Pertanian Unsil Antarkan Kapulaga ke Pasar Ekspor

Unsil
Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi; Dwi Apriyani SP MSi, Rizki Risanto Bahar STr MMA, dan Anita Dwy Fitria SP MP foto bersama. (istimewa for Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Tim Dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi atau Unsil Tasikmalaya kembali melaksanakan kegiatan pemberdayaan pada petani kapulaga di Desa Kalijaya Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis, Sabtu (25/11/2023).

Fokus kegiatan kali ini berkaitan dengan hilirisasi biji kapulaga agar dapat diterima di pasar global yang diikuti oleh seluruh anggota Kelompok Tani Ikhtiar dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Jayasari.

Adapun Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi;  Dwi Apriyani SP MSi, Rizki Risanto Bahar STr MMA, dan Anita Dwy Fitria SP MP. Kegiatan pengabdian tersebut bertemakan Tantangan dan Prospek; Mengangkat kualitas Kapulaga Menuju Pasar Ekspor yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kemendibudristek tahun anggaran 2023.

Baca Juga:Wow! Karya Ruang Furniture Plaza Asia Promo Serba 2, Lelang Furnitur dan Diskon Hingga 90 PersenLaporan Pertama di Dunia 1, Efektifitas dari Teknologi Plasmacluster Dapat Meningkatkan Konsentrasi Dalam Mengemudi

Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat Unsil Dwi Apriyani SP MSi mengatakan kegiatan ini merupakan  lanjutan yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Agustus 2023 kemarin. Kali ini, menghadirkan eksportir dari Banjarnegara CV Sido Gumelar Singomerto yaitu Teguh Gumelar STr.

Dengan menghadirkan eksportir tersebut, agar Petani kapulaga Jayasari harus bisa mandiri mengakses pasar ekspor dan  dapat menikmati harga jual yang lebih tinggi. Sebab petani Kapulaga Jayasari masih mengandalkan pengepul, padahal komoditas kapulaga ini sangat diminati pasar ekspor.

“Dalam pemberdayaan ini, kami turut menghadirkan eksportir yang siap menampung hasil kapulaga petani hingga 4 ton per bulan untuk dikirim ke Cina,” katanya kepada Radar, kemarin.

“Tentunya untuk memberikan pendampingan kepada petani Jayasari untuk mendapatkan bekal analisis usaha dan persiapan ekspor kapulaga. Serta Persiapan ekspor terdiri dari pemenuhan syarat kualitas produk dan alur regulasi pasar global,” ujarnya.

Sebab, sambungnya, kapulaga untuk bisa diterima di pasar global, biji harus mencapai kadar air maksimal 12,4% dan kotoran kurang dari 1%. Kadang-kadang ada risiko jamur yang muncul pada saat proses penyimpanan, sehingga proses fumigasi dapat dilakukan untuk menjaga kualitas kapulaga.

“Sesuai penyampaian narasumber eksportir berbagai hal penting yang perlu diperhatikan petani dalam menjaga kualitas kapulaga. Sehingga petani dapat segera mengimplementasikan pada hasil panennya masing-masing,” katanya.

0 Komentar