JAKARTA, RADSIK – Potensi kerugian akibat disharmoni kebijakan impor hortikultura terus meluas. Ombudsman RI (ORI) mencatat, para pengusaha importir yang terjebak aturan itu diperkirakan menanggung potensi kerugian lebih dari Rp 100 miliar per Senin (19/9/2022). Selain harus menanggung biaya listrik dan demurrage (overtime) di pelabuhan, potensi itu muncul akibat turunnya nilai barang.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

 

%d blogger menyukai ini: