Depresi, Korban Judi Online Berbondong-Bondong Berobat ke Pondok Pesantren di Ciamis

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Permainan judi online telah banyak membuat masyarakat Indonesia mengalami depresi atau stres. Bahkan sampai ada yang bunuh diri.

Banyak dari para korban judi online itu berobat ke Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Firdaus yang terletak di Dusun Panoongan, Desa Kertaharja, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis.

“Kebanyakan pasien di sini orang yang kecanduan judi slot, selain kecanduan narkotika. Mulai dari Pulau Jawa dan Sumatera, bahkan ada orang asli Ciamis,” kata Pimpinan Ponpes Nurul Firdaus, ustaz Gumilar kepada Radar, Kamis (30/11/2023).

Ia menuturkan pecandu judi online kini menempati urutan pertama pasien yang datang ke pesantren, selain orang yang kecanduan narkoba.

Baca juga: Kalah Gacor! Promosi Judi Online Lebih Gencar Dari Edukasi Pemerintah di Tasikmalaya

Dalam sehari bisa ada lima sampai enam orang yang berkonsultasi melalui telepon atau diperkirakan mencapai lebih dari 150 orang dalam sebulan.

Dari jumlah itu 11 diantaranya merupakan warga Ciamis, dan satu diantaranya menjalani rehabilitasi.

“Dengan usia 16-58 tahun yang terjerat kecanduan judi slot dan statusnya kebanyakan mahasiswa, aparat sipil negara (ASN), pengusaha, dan lainnya,” papar dia.

Lalu mengapa yang mengikuti rehabilitasi kecanduan judi slot sedikit hanya satu persen saja? Menurutnya hal itu lantaran rata-rata pasien judi online hartanya sudah habis.

Baca juga: Guru PNS Pangandaran Ini Jual Aset Negara Senilai Rp 237 Juta Demi Bermain Judi Online

Baik harta sendiri, harta orang tua, atau pun harta keluarga lain. Sehingga untuk biaya rehabilitasi tidak ada.

“Kalau pun ada satu persennya bisa rehabilitasi, karena belaskasihan dari keluarga besar dengan iuran baru bisa direhabilitasi. Apalagi proses rehabilitasi memakan waktu tujuh bulan waktunya,” katanya.

Ia pun bercerita rata-rata pasien yang pernah ditangani mengalami kerugian paling sedikit Rp 50 juta dan paling besar sampai Rp 9 miliar. Hal ini sontak membuat para pasien itu mengalami depresi atau stres karena kehilangan segala harta bendanya.

“Mereka bisa terkena gangguan jiwa karena dari utang terus numpuk, pinjaman pinjaman online, teman, keluarga dan lainnya. Sehingga terjadi tekanan yang menagih, sehingga ada istilah pinjam seratus ini sebuah sindiran kepada pemain judi yang tidak bayar-bayar,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *