Demam Lato-lato Tidak Akan Lama

Demam Lato-lato Tidak Akan Lama
Reni Nurjanah Direktur Pendidikan Yayasan Ibadurrohman Tasikmalaya
0 Komentar

TASIK RADSIK Booming-nya permainan lato-lato di kalangan anak sekolah diprediksi tidak akan berlangsung lama. Hal itu diungkapkan Direktur Pendidikan Yayasan Ibadurrohman Tasikmalaya  Reni Nurjanah.

”Lato-lato ini booming karena munculnya perilaku sosial terutama yang sifatnya instan saja. Durasinya saya rasa tidak akan terlalu lama, karena munculnya juga saat masa libur saja,” ucapnya.

[membersonly display=”Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik” linkto=”https://radartasik.id/in” linktext=”Login”]

Baca Juga:Azies Sebut Hal LumrahSinergi Membangun Masyarakat Berkualitas

Ia mengatakan, lato-lato ini permainan yang ada sejak dulu, kini booming kembali karena masifnya penggunaan media sosial.

”Sehingga permainan ini pun digandrungi dalam waktu singkat. Namun ini prilaku sosial saja, permainan ini yang sifatnya soliter secara sendiri. Memang dilakukan berkerumun bersama-sama tapi tidak membangun intreksi sosial,” tegasnya.

Sementara itu Reni menambahkan, secara umum pendidikan saat ini berkembang begitu cepat, sejalan perubahan zaman terutama saat ini kondisi tehnologi yang menuntut kita bergerak cepat. Dimana sejalan berkembangnya tehnologi, sehingga saat ini pada era borderless dimana sudah tidak ada lagi penghalang.

“Dimana segala informasi masuk dengan cepat ke tengah-tengah kita, bahkan hitungan yang teramat singat atau detik informasi. Tentunya saja itu berpengaruh kepada perkembangan dunia pendidikan,” jelasnya.

Reni mengaku bahwa kalau berbicara pendidikan bukan hanya melahirkan kecerdasan anak-anak dari sisi intelektual semata, tentu saja harus diimbangi dengan aspek karakter.  Pembentukan karekter itu saja diharapkan mampu menangkal kondisi zaman yang saat ini tanpa penghalang lagi.

“Mungkin dari sisi intelektual aspek kognitif anak-anak kita bisa berkembang cepat bahkan bisa mendahului para gurunya. Boleh Jadi gurunya belum pada titik itu, level literasi atau pengetahuan tentang  itu, tapi anak didiknya melampauinya,” paparnya.

Pihaknya sampaikan, pendidikan karakter harus dikembangkan di tiap sekolah. Kalau menurut agama karakter itu tentang akhlak, sederhananya bagaimana membentuk  anak yang berakhlak dan memiliki pribadi yang luhur dan memiliki kecerdasan spiritual.

Baca Juga:Iip Tak Takut Mencalonkan KembaliTiga Kandidat Masuk Bursa Gerindra

“Indonesia termasuk kepada zona darurat karekter, tentunya kondisi yang memprihatinkan,“ paparnya.

Pihaknya ketahui dari dulu pendidikan karakter ini menjadi kurikulum yang harus dikembangkan di setiap sekolah. Namun sampai saat ini tidak cukup memberi pengaruh besar terhadap solusi permasalahan terhadap akhlak. “Makanya di sekolah kami pendidikan karakter ini menjadi wajib masuk di setiap bidang pelajaran,” paparnya.

0 Komentar