MANGUNREJA, RADSIK – Dana Program Indonesia Pintar (PIP) tingkat SMA-SMK di Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2020 diduga terjadi pemotongan atau disunat. Hal tersebut sesuai dengan temuan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya terhadap dugaan korupsi dalam program pendidikan tersebut.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Hasbullah mengungkapkan, kasus dugaan pemotongan dana PIP ini tercium oleh kejaksaan saat tahun 2020. “Pemotongan dana PIP ini diduga dilakukan di 130 sekolah tingkat SMA dan SMK di Tasikmalaya. Pemotongannya pada dana PIP tahun 2020,” ungkap Hasbullah kepada wartawan di Kantor Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (4/8).

Dia menyebutkan, kasus dugaan pemotongan dana PIP ini sudah naik ke tingkat penyidikan oleh kejaksaan. Namun, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. “Jadi kami sudah menaikkan statusnya ke tingkat penyidikan kaitan dugaan korupsi dana dari program Indonesia pintar di tingkat SMA-SMK ini,” terang dia.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: