Terkait Rencana Penutupan Jalan Cihideung

CIHIDEUNG, RADSIK – Ren­cana penutupan akses kendaraan ke Jalan Cihi­deung pada penataan pusat kota diminta dikaji ulang. Pasalnya, kebijakan tersebut bisa membunuh aktivitas usaha di kawasan itu.

Hal itu diungkap­kan sejumlah pe­milik toko di Jalan Cihideung yang tidak pernah mendapat sosialisasi sejak awal.

Mereka pun kaget ketika konsep pe­nata­an akan menutup akses ken­daraan ke Jalan Cihideung.

”Tidak pernah ada pem­beritahuan ke­pada kami,” ujar sa­lah seorang pemilik toko di Jalan Cihideung yang enggan disebutkan identitasnya, Rabu (8/6/2022).

Baca selengkapnya, disini

Jika jalan tersebut ditutup, di­khawatirkan pengunjung akan berkurang. Belum lagi permasalahan loading barang pun akan sulit karena kendaraan tidak bisa masuk.

”Sama saja meminta kami menutup usaha,” tuturnya.

Penataan bukan sekadar keindahan. Namun harus ada kemanfaatan baik bagi masyarakat atau pemerintah. Kebijakan tersebut tidak menguntungkan siapa pun.

”PAD Parkir berkurang, pengunjung toko pun bisa berkurang,” ucapnya.

Jika melihat tujuan utama dari pemerintah, penataan tersebut awalnya supaya pedagang kaki lima (PKL) lebih tertata. Namun realisasinya terlalu melebar dan merugikan semua pihak.

”Ditata saja, tidak perlu macam-macam,” ujarnya.

Kebijakan penataan di Jalan Cihideung bukan pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya pemerintah kota (pemkot) pernah memberikan gerobak kepada PKL yang buntutnya membuat jalur tersebut semakin semrawut.

”Ujungnya masyarakat yang dirugikan,” katanya.

Sejurus dengan itu, hal serupa juga diungkapkan Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Cihideung Adang Setiawan. Pihaknya tidak menyangka bahwa penataan akan membuat jalur tersebut ditutup untuk kendaraan.

”Belum pernah ada pemberitahuan,” ucapnya.

Pihaknya pun bingung bagaimana menyikapi kebijakan pemerintah tersebut. Dia dan rekan-rekannya hanya berharap pemerintah mendorong usaha mereka lebih berkembang lagi.

”Masih bingung, belum terbayang nantinya akan bagaimana,” ujarnya.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Gumilar menerangkan saat ini pihaknya tengah mengkaji penataan kota. Dalam kajian sementara, Jalan Cihideung akan ditutup total untuk kendaraan. Sementara Jalan HZ hanya hilang marka parkirnya saja.

”Hanya Cihideung saja yang ditutup, kalau HZ hanya ditiadakan tempat parkirnya,” tuturnya.

Disinggung dampak pada kondisi lalu lintas, hilangnya fungsi lalu lintas Jalan Cihideung tidak begitu besar. Karena pada prinsipnya selain yang memang bertujuan ke lokasi tersebut, pengendara yang sekadar melintas terbilang minim. (rga)

[/memberonly]

%d blogger menyukai ini: