Bukan Hanya Utang Piutang Rp 24,6 Miliar, Komisi IV DPRD Sebut Banyak Penyakit di RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kondisi RSUD yang sedang sakit bukan sekadar masalah utang piutang dari Jamkesda. Masalah sistem dan manajemen pun perlu dibenahi agar rumah sakit tersebut bisa pulih dan memberikan pelayanan secara sehat.

Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya menilai Pemkot Tasikmalaya perlu mendeteksi berbagai persoalan di rumah sakit. Pendeteksian itu harus menyeluruh supaya penyelesaiannya bisa dilakukan secara efektif dan efisien.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam mengatakan selain Jamkesda, manajemen RSUD dinilai bermasalah. Salah satunya mengenai pegawai yang terlalu banyak sehingga menjadi keuangan. “Untuk menggaji saja menghabiskan sampai Rp 1,6 miliar, apa memang itu sudah sesuai?,” terangnya kepada Radartasik.id. Minggu (26/11/2023).

Baca juga : RSUD dr Soekardjo di Tengah Polemik Utang Piutang, Total Rp 24,6 Miliar!

Selain itu masalah Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) juga belum berjalan masksimal. Sehingga pengelolaan pun belum bisa terdeteksi secara jelas. “Dari dulu kan SIM RS sudah jadi atensi,” katanya.

Dalam hal ini, Komisi IV DPRD pun sudah memberikan berbagai rekomendasi ke Pemkot. Karena legislatif hanya mampu berperan dari sisi pengawasan saja. “Eksekutornya kan tetap eksekutif,” katanya.

Maka dari itu pihaknya meminta Pj Wali Kota untuk bisa serius membenahi RSUD. Tentunya hal tersebut diawali dengan analisa yang menyeluruh untuk memastikan sumber masalah secara utuh. “Ibarat penyakit, harus didiagnosa dulu sakit apa saja,” ucapnya.

Baca juga : Selamat Jalan Pejuang PUI, H Asep Deni Adnan Bumaeri Tutup Usia

Setelah masalah dan penyakitnya diketahui, barulah penyelesaian dilakukan. Tentunya dengan prioritas anggaran yang memadai dan tepat pengalokasiannya. “Jangan juga keluar banyak anggaran, tapi rumah sakitnya enggak sembuh-sembuh,” terangnya.

Ini membutuhkan good will dari pemerintah khususnya Pj Wali Kota selaku pimpinan daerah. Dia pun menyinggung janji Cheka yang akan serius melakukan pembenahan di RSUD. “Dulu kan katanya sampai mau ngantor di rumah sakit, tapi kok tidak terdengar,” ucapnya.

Penyelesaian masalah RSUD dr Soekardjo, menurutnya tidak cukup dengan gagasan saja. Karena gagasan tersebut harus direalisasikan supaya tidak sebatas wacana. “Tidak kalah penting, keberanian dari Pj Wali Kota juga sangat dibutuhkan untuk membenahi masalah rumah sakit yang kompleks,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *