BANJAR, RADSIK – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar Budi Nugraha meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar tidak memberi harapan palsu dalam menentukan nasib TPP guru dari APBD tahun depan. Hal itu menyusul janji wali kota saat unjuk rasa guru sertifikasi (guser) ke Pemkot Banjar akhir pekan lalu.

Pada unjuk rasa itu, wali kota menyebut akan ada tunjangan daerah lagi namun dengan mekanisme perhitungan yang berbeda.

“Pemkot harus konsisten, bisa atau tidak. Kalau bisa segera berikan lagi tunda kepada para guru sertifikasi, tentu dengan dasar aturan yang jelas. Jika tidak, jangan terus memberi ruang harapan palsu bagi para guru,” kata Budi, Minggu (28/8/2022).

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: