BI Tasikmalaya Minta Pengguna Cermat dan Cek QRIS Berkala

KPwBI Tasikmalaya
Kepala KPwBI Tasikmalaya Aswin Kosotali (kanan) bersama Ketua Harian DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya KH Aminuddin Bustomi berbincang mengenai cara aman pemanfaatan QRIS untuk pembayaran non tunai di Bale Priangan KPw BI Tasikmalaya, Kamis (13/4/2023). (Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sempat ramai seseorang melakukan penipuan melalui QRIS di kotak amal pada tempat ibadah bertuliskan ‘Restorasi Masjid’. Itu menjadi perhatian Kantor Perwakoilan Bank Indonesia (KPwBI) Tasikmalaya agar tetap menggunakan QRIS secara mudah, cepat dan terjaga keamanannya.

Kepala KPwBI Tasikmalaya Aswin Kosotali menyampaikan, terjadinya penipuan yang berkedok infak atau sumbangan di tempat ibadah menggunakan QRIS sedang menjadi perhatian BI. Tentunya untuk menjamin keamanan masyarakat dalam melakukan pembayaran non tunai melalui QRIS sesuai kebutuhan dan niatnya.

“Keamanan QRIS saat ini menjadi perhatian BI. Tentunya setelah  terbongkar, modus menempelkan barcode QRIS di tempat ibadah seolah-olah itu QRIS untuk sedekah renovasi masjid,” katanya kepada Radar, kemarin.

Baca Juga:Hampers Lebaran Wardah Hanya Rp 142.000, Berikut ini Isinya!Pipebi Tasikmalaya Optimalkan Pembayaran Zakat Melalui QRIS

Untuk itu, ia pun berpesan agar masyarakat berhati-hati karena QRIS bisa disalah gunakan untuk keuntungan pribadi. Oleh karenanya, saat masyarakat ingin bersedekah atau melakukan pembayaran non tunai, perlu memastikan QRIS ini milik tempat ibadah atau tempat usaha tersebut.

“Misalnya ketika milik lembaga seperti DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya tertera di QRIS sama (DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Red). Kalau ada QRIS mengatasnamakan renovasi masjid, harus dikonfirmasi kebenarannya kepada pengurus masjid setempat,” ujarnya.

Sedangkan, untuk pengurus tempat ibadah juga diharapkan mengecek barcode dan nama QRIS-nya secara berkala yang terpasang di setiap area kotak amal ataupun lainnya. “Hal itu untuk memastikan keaslian QRIS di tempat ibadah tersebut, sehingga tidak merugikan masyarakat yang akan berinfak atau bersedekah,” katanya.

Selain itu, QRIS inikan inovasi sistem pembayaran di Indonesia, sehingga dapat cepat dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi non tunai.

“Transaksi QRIS bisa dilakukan 24 jam,” ujarnya.

Justru QRIS ini akan diperluas pemanfaatannya hingga ke negara tergabung dalam ASEAN. “Semua itu agar QRIS ini bisa dilakukan antar negara,” katanya.

Ketua Harian DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya KH Aminuddin Bustomi mengaku, sangat terbantu dengan adanya QRIS untuk menampung masyarakat yang ingin bersedekah atau infak di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Karena, adanya data siapa yang bersedekah dan nominalnya pun tercatat dengan baik.

0 Komentar