TASIK, RADSIK – Kejaksaan Negeri Tasikmalaya tampaknya tidak menemukan petunjuk yang mengarah tersangka lain pada kasus dugaan korupsi Smart City tahun 2017. Penetapan tersangka terhenti di AT dan FPL saja tanpa bisa dikembangkan.

Hal itu diungkapkan Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya Indra Gunawan mengatakan proses hukum yang dilaksanakan sesuai dengan hasil penyelidikan. Di mana tersangka yang ditetapkan hanya AT dan FPL saja. “Sudah dua orang saja tersangkanya,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (19/8/2022).

Disinggung kemungkinan penambahan tersangka lainnya, penyidik tidak melihat petunjuk ke arah tersebut. Pasalnya, AT dan FPL dalam pemeriksaan tidak menyebutkan ada keterlibatan orang lain. “Jadi memang dilakukan oleh mereka saja,” ucapnya.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

 

%d blogger menyukai ini: