SINGAPARNA, RADSIK – Santri berinisial IWK (12) bersama orang tuanya mendatangi KPAID Kabupaten Tasikmalaya untuk melaporkan dan meminta bantuan terkait denda yang diterima dari pondok pesantren tempatnya menimba ilmu. Pasalnya, denda yang harus dibayar cukup besar mencapai Rp 37,2 juta.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, saat ini santri laki-laki bersama orang tuanya datang langsung dan melaporkan terkait apa yang dialami anaknya, terkait denda dari pesantren. “Awalnya kemarin melaporkan ke KPAID secara telepon, kemudian hari ini sekitar pukul 14.30 datang langsung ke kantor KPAID untuk menjelaskan kronologis yang sebenarnya,” ujarnya kepada Radar, Kamis (3/11/2022).

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

 

%d blogger menyukai ini: