Barang Langka, Petani Kolang-kaling di Kabupaten Tasikmalaya Banjir Pesanan

petani kolang-kaling di Kabupaten Tasikmalaya
Petani kolang-kaling di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Ahmad Hidayat bersama keluarganya mengupas buah kolang-kaling yang didapatkannya di hutan untuk dijual. (Istimewa for Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Memasuki bulan Ramadan, para petani kolang-kaling di Kabupaten Tasikmalaya banjir pesanan dari luar daerah. Namun, bahan bakunya sulit didapatkan.

Oleh karena itu, demi memenuhi permintaan, para petani rela berjuang di dalam hutan mencari bahan baku.

Salah satu petani kolang-kaling, Ahmad Hidayat, warga Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, pesanan di bulan Ramadan ini lumayan banyak, tetapi untuk bahan bakunya saat ini sulit didapat.

Baca Juga:Bikin Heboh, Ini Penyebab 2 Cewek ABG di Tasikmalaya Terbang ke Atap RumahJembatan Gantung Siliwangi 7 Penghubung Cipatujah-Culamega di Kabupaten Tasikmalaya Rusak, Warga Meminta Pemerintah Bantu Perbaikan

Untuk buah kolang-kalingnya juga masih terlalu muda sehingga belum bisa diproduksi.

”Biasa di awal puasa pesanan sampai emat ton tetapi karena sulitnya bahan baku, jadi hanya bisa menyiapkan dua ton saja,” ujarnya kepada Radartasik.id, Senin, 11 Maret 2024.

Ahmad mengungkpakan, bulan Ramadan ini membawa berkah tersendiri. Hingga saat ini permintaan kolang-kaling meningkat bila dibandingkan hari-hari biasa, bahkan peningkatannya hingga mencapai 60 persen.

Kolang-kaling sendiri merupakan salah satu bahan makanan yang paling banyak diburu, khususnya di bulan Ramadan untuk dijadikan takjil dan pelengkap menu buka puasa.

Permintaan kolang-kaling dari luar daerah seperti dari Cirebon, Brebes, Pangandaran, meningkat tajam. Namun, permintaan tersebut belum bisa tercukupi.

”Untuk sekarang, ada kenaikan harga yang sebelumnya harga di kisaran Rp 5.000 per kilogramnya, sekarang di petaninya sudah mencapai Rp 8.000 per kilogramnya,” ucapnya.

”Diperkirakan permintaan untuk kolang kaling akan terus meningkat hingga akhir bulan puasa seiring tingginya konsumsi masyarakat,” tambahnya. (*)

Baca berita Radartasik.id lainnya di Google News.

0 Komentar