Atasi Kesulitan Air Bersih, Pemkot Tasikmalaya Bangun Sumur Bor di Wilayah Indihiang

air
Pj Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah Tinjau pembangunan sumur bor di indihiang. (foto: Diskominfo)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dampak kekeringan di wilayah Kota Tasikmalaya sudah mulai menyebar kemana-mana. Jumlah warga yang mulai kesulitan air bersih semakin banyak.

Untuk menyiasatinya, Pemerintah Kota Tasikmalaya membuat sumur bor di empat titik yang dampak kekeringannya paling terasa. Salah satunya di Indihiang.

Hingga hari kemarin, pembuatan sumur bor itu masih berjalan dan belum tuntas. Pj Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah meminta pihak terkait segera menuntaskannya.

Baca Juga:Mantan Wawali Kota Tasikmalaya Jadi Dewan Pakar PKS, Mau Maju di Pilkada 2024?Adipura: Menanti Nasib Kota Tasikmalaya Jadi Kota Terbersih

“Jadi supaya segera dimanfaatkan, antisipasi kekeringan ini meluas ke berbagai wilayah. Ada beberapa pekerjaan yang digarap supaya selesai dan segera dimanfaatkan,” ujarnya saat memantau pekerjaan salah satu sumur bor di Indihiang, Kamis (7/9/2023).

Ia juga menyebut jika pengeboran sumur itu nantinya harus kembali diperiksa oleh tim ahli.

Apakah sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan atau belum.

Sumur hasil pengeboran itu merupakan bagian dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang kini tengah digarap.

“Progres dari data yang ada sudah sesuai perencanaan, namun perlu nanti tim yang ahli mengecek seperti kedalaman dan ketebalannya,” kata dia.

Selain di Indihiang, lanjut dia, pembangunan SPAM, sebenarnya sudah banyak dan telah berlangsung sejak lama.

Namun kondisinya perlu kembali mendapatkan pemeriksaan untuk mengetahui apakah masih berfungsi atau tidak.

Apalagi di saat kemarau seperti sekarang, kehadiran SPAM akan sangat membantu warga mendapatkan sumber air bersih.

Baca Juga:Tradisi Kawin Tangkap di Pulau Sumba Kembali Viral dan Jadi Kontroversi, Ini Penjelasannya!Cara Mengajukan KUR Buat UMKM Sampai Rp 250 Juta Bisa Langsung Cair Tanpa Ribet

“Pembangunan SPAM ini sudah banyak, namun harus bisa digunakan secara optimal. Kami terima laporan banyak yang sudah dibangun, namun tidak efektif pengelolaannya dan kita akan evaluasi dulu apa kekurangannya, supaya di momen kekeringan seperti ini kehadiran SPAM ini harus terasa manfaatnya,” kata Cheka. (igi)

0 Komentar