TASIK, RADSIK – Seiring perkembangan teknologi, minat masyarakat menggunakan angkutan kota (Angkot) menurun karena sebagian beralih menggunakan jasa transportasi online. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berimbas pada tarif membuat para sopir angkot semakin tercekik lagi.

Saat ini para sopir angkot sudah menaikkan ongkos untuk para penumpangnya. Nilainya variatif. Dari mulai pelajar, mahasiswa dan umum, rata-rata kenaikannya Rp 1.000 dari ongkos sebelumnya.

Seperti yang terpasang di setiap pintu angkot, di mana ongkos untuk umum Rp 5.000, mahasiswa Rp 4.000, pelajar SMP/SMA Rp 3.000 dan pelajar SD Rp 2.000. Tarif itu hasil kesepakatan Organisasi Pengusaha Angkutan Daerah (Organda) dengan masing-masing ketua jalur.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: