Anak Disabilitas di Singaparna Tasikmalaya Meninggal Tak Wajar, Korban Diduga Dibunuh Orang Tuanya

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Anak disabilitas di Singaparna Tasikmalaya meninggal tak wajar. Korban diduga dibunuh orang tuanya.

Anak berkebutuhan khusus atau disabilitas di Desa Sukaasih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya diduga dibunuh oleh orang tuanya sendiri. Hal itu setelah adanya laporan kejanggalan saat anak tersebut meninggal.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, awalnya kasus ini terungkap saat adanya laporan dari tetangganya yang curiga anak berusia 9 tahunan ini saat meninggal dan memandikan jenazahnya. Pasalnya, pada beberapa bagian tubuh terdapat luka lebam.

“Kemudian kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian dan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisan dan KPAID sesuai amanat Undang-Undang 35 Tahun 2014 melakukan pengawasan,” ujarnya kepada Radar, Rabu (29/11/2023).

Selain ditemukan luka lebam, berdasarkan keterangan para saksi pun terdapat luka robek pada bagian perut korban. “Hal itu pun yang menjadi titik awal terbongkarnya kasus ini. Bahkan, pihak kepolisian pun sudah melakukan pembongkaran makam dan autopsi jasad korban,” ucapnya, menjelaskan terkait anak disabilitas di Singaparna Tasikmalaya meninggal tak wajar.

Baca Juga: Sinergi Cegah Bullying, Sebanyak 58 SMP di Tasik Utara Kerja Sama dengan KPAID Kabupaten Tasikmalaya

Ato menyebutkan, dalam prosesnya polisi mengungkap dengan gamblang dan jelas bahwa terduga kematian anak tersebut akibat dugaan adanya penusukan.

“Namun ibu dan bapak korban tidak mengakui melakukan penusukan. Tetapi fakta hukum yang ada di kepolisian dari hasil autopsi bukti mengarah ke sana (penusukan),” ucapnya terkait Anak disabilitas di Singaparna Tasikmalaya meninggal tak wajar.

“Kita tuggu proses hukum selanjutnya, saat ini kedua orang tua korban sudah diamankan oleh pihak kepolisan. Tinggal kita bersabar, untuk proses selanjutnya yang hari ini sedang berjalan di Polres Kabupaten Tasikmalaya,” sambungnya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Iptu Ridwan Budiarta mengungkapkan, hari ini pihaknya telah mengamankan kedua orang tua kandung anak berkebutuhan khusus berusia 10 tahun yang diduga meninggal tidak wajar.

”Mereka menjadi terduga pelaku dalam kasus itu. Guna pendalaman kasus tersebut, kami dari pihak kepolisian tengah memeriksa keduanya secara intensif,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *