Ada 147 Kebakaran di Kota Tasikmalaya di Tahun 2023, Termasuk Matahari Departemen Store

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Peristiwa kebakaran di Kota Tasikmalaya sepanjang tahun 2023 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Kejadian didominasi oleh kebakaran lahan yang terjadi di 10 kecamatan.

Berdasarkan data BPBD Kota Tasikmalaya, tercatat ada 147 kasus kebakaran sepanjang tahun 2023. Meliputi 89 kebakaran lahan, 54 kebakaran bangunan dan 4 kebakaran kendaraan.

Untuk kebakaran lahan, Kecamatan Bungursari paling banyak kasus kebakaran dengan jumlah 31 titik. Sedangkan paling sedikit ada di Kecamatan Cipedes yakni 2 titik.

Baca juga : Buruan Daftar! Ada Lowongan Jadi Pengawas TPS Pemilu Untuk 1995 Orang di Kota Tasikmalaya

Sementara untuk kebakaran bangunan paling banyak terjadi di Kecamatan Cihideung dengan jumlah 13 titik. Sedangkan kejadian paling sedikit yakni di Kecamatan Bungursari dengan jumlah 2 titik.

Dari deretan peristiwa kebakaran yang terjadi di tentunya memberikan kerugian kepada Masyarakat. Apalagi tidak sedikit kebakaran yang bukan hanya merusak bangunan, namun juga barang-barang termasuk kendaran.

Salah satu kejadian menonjol yakni saat kebakaran di Matahari Departemen Store pada 6 Juni 2023. Saat itu titik api berasal dari area gudang sepatu dengan barang-barang yang mudah terbakar. Sistem proteksi kebakaran yang kurang memadai membuat petugas pemadam pun kesulitan melakukan penanganan.

Kabid Damkar BPBD Kota Tasikmalaya Drs Boedi Santosa mengatakan bahwa memang kebakaran lahan cukup mendominasi. Hal ini berkaitan dengan musim kemarau yang memudahkan sebaran api. “Sempat kan beberapa bulan sering sekali terjadi kebakaran lahan, ada yang dugaannya karena puntung rokok atau pembakaran sampah,” ucapnya.

Baca juga : Warga Kota Tasikmalaya Perlu Waspada Gempa, Tapi Jangan Panik

Untuk kebakaran bangunan, rata-rata dugaan penyebabnya karena korsleting listrik baik di bangunan rumah atau pun tempat usaha. Hal ini lah yang perlu diwaspadai oleh Masyarakat agar senantiasa waspada dengan kelistrikan di rumahnya. “Meskipun sebatas dugaan, tapi rata-rata karena korsleting listrik, ada juga dari kompor,” ucapnya.

Maka dari itu pihaknya meminta Masyarakat agar senantiasa hati-hati soal jaringan listrik di rumah, termasuk penggunaan barang elektronik. Khususnya ketika meninggalkan rumah agar barang elektronik yang bisa dimatikan agar dicabut kabelnya. “Apalagi kompor, harus dipastikan kondisinya mati,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *