PANGANDARAN, RADSIK – Kasus stunting pada balita di Kabupaten Pangandaran masih terjadi. Pemerintah daerah menargetkan zero kasus di 2023.

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Pangandaran Heri Gustari mengatakan kasus stunting memang masih ditemukan. Namun jumlahnya tidak terlalu tinggi. ”Dari 24.236 balita di Pangandaran, 3,1 persennya mengalami stunting,” katanya kepada wartawan, Kamis (25/8/2022).

Menurur dia, grafik jumlah stunting dibanding tahun sebelumnya memang cenderung turun dibanding tahun ini. ”Kalau tahun lalu sempat di angka 3,9 persen,” ucapnya.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: