Amran menjelaskan, penguatan pengelolaan data diperlukan karena selama ini terdapat sejumlah aplikasi pendataan, seperti Prodeskel, SDGs Desa, dan SIK-NG yang perlu dikelola secara selaras. Sementara itu, keterbatasan SDM aparatur kelurahan membuat pengelolaan berbagai aplikasi tersebut belum optimal.
Karena itu, Diskominfo bersama BPS memperkuat pembinaan statistik sektoral melalui koordinasi, sinkronisasi pendataan, dan peningkatan literasi statistik aparatur kelurahan. Melalui program Kelurahan Cinta Statistik, pemerintah berharap kelurahan tidak hanya menjadi pengumpul data, tetapi juga mampu mengelola dan memanfaatkannya sebagai dasar perencanaan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(Firgiawan)
