“Pemuda harus mempunyai inisiatif, dan memiliki ide-ide untuk memajukan pemuda itu sendiri dan bisa berkontribusi untuk daerah dan masyarakat,” kata Asep.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan KNPI, termasuk berbagai kelebihan dan kekurangan dalam penyelenggaraannya.
“Kami secara pribadi dan atas nama pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengapresiasi. Apalagi rangkaian kegiatannya panjang sejak awal Oktober lalu,” ungkap Asep.
Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan
Menurut dia, beragam kegiatan, mulai dari mini soccer, bola voli, hingga kemah pemuda, mampu memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkumpul dan membangun kebersamaan.
“Minimal melalui kegiatan ini para pemuda kompak dan mempunyai gagasan besar untuk kontribusi kepada pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan masyarakat,” kata Asep.
Asep menegaskan, semangat perjuangan pemuda harus terus relevan dengan tantangan zaman. Jika generasi muda terdahulu berjuang untuk memerdekakan bangsa, pemuda saat ini dituntut mengambil peran dalam mengatasi persoalan sosial dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pemuda yang dulu ikut memerdekakan bangsa, sekarang harus mampu memerdekakan pikiran, kemiskinan dan kebodohan di daerah. (dik)
