Ayat kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.
“Akibat aksi tersebut, Ayat tidak berdaya dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, ia akhirnya meninggal dunia,” tambahnya.
Terkait dugaan gangguan jiwa yang dialami Ayat, Carsono menegaskan bahwa pria tersebut memiliki riwayat gangguan jiwa. Hal itu diperkuat oleh keterangan dari puskesmas setempat.
Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan
Sementara itu, dua anggota polisi dan seorang warga yang menjadi korban pembacokan dilaporkan dalam kondisi stabil.
Kasubbag UPTD Damkar Ciamis Ali Sadikin membenarkan bahwa petugas Pos WMK Banjarsari menerima permintaan pendampingan evakuasi terhadap Ayat setelah terjadi pembacokan terhadap warga pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 22.17 WIB.
“Betul petugas Damkar Pos WMK Banjarsari mendapat permohonan pendampingan evakuasi ODGJ yang mengamuk pasca pembacokan warga oleh Polsek Banjarsari di Dusun pagadungan RT/RW 04/07,Desan Cigayam, Kecamatan Banjaranyar,” katanya.
Setelah menyelesaikan tugas di lokasi kejadian, petugas Damkar Pos WMK Banjarsari kembali ke pos dalam keadaan aman. “Petugas kita kembali dengan aman dan selamat,” pungkasnya. (riz)
