Hilda mengungkapkan, saat ini terdapat 17 ODHIV (Orang dengan HIV) yang mengikuti pengobatan di Puskesmas Padaherang. Pasien tersebut berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk usia sekolah.
Sementara itu, kelompok usia produktif antara 20 hingga 50 tahun juga menjadi bagian dari pasien yang menjalani pengobatan.
“Setelah didiagnosa mereka dikasih obat dan pendampingan. Obatnya di-cover BPJS,” katanya.
Baca Juga:Telkomsel-PosDigi Bidik 200 Ribu Agen Pos Lewat Paket Sat SetProyek Drainase Zig-Zag Cimerak Kota Tasikmalaya Terus Disorot, PUTR: Dikerjakan Pemprov Jabar
Selain penanganan pasien, pihak puskesmas juga melakukan upaya pencegahan melalui edukasi. Sosialisasi mengenai bahaya dan risiko penularan HIV dilakukan, termasuk ke sekolah-sekolah.
Langkah tersebut menjadi penting di tengah gambaran kasus yang seperti gunung es: yang terlihat baru sebagian, sementara kasus yang belum terdeteksi masih menjadi pekerjaan rumah. (deni nurdiansyah)
