Saat ini progres penataan tersebut relatif stagnan dan belum ada lagi tindak lanjut setelah sterilisasi PKL di trek jogging. Ditambah lagi, Tim Penataan dihadapkan dengan fase pergantian koordinator mengingat H Asep MP yang pensiun.
Mengenai hal tersebut, Iwok memandang bahwa setiap orang tentu punya pemikiran, gagasan serta mental yang berbeda. Sehingga pergantian ini cukup riskan, karena bisa berdampak pada progres penataan. “Orang yang berbeda, sangat mungkin bisa membawa hal yang berbeda, entah itu positif atau negatif,” terangnya.
Dalam hal ini tim penataan harus bisa membangun kekompakan dan konsistensi supaya penataan dadaha bisa tetap berjalan. Jangan sampai ada ego yang bisa menghambat pekerjaan yang harus diselesaikan. “Jangan penataan malah jadi tidak selesai,” ucapnya.(Ujang Nandar)
