TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dinamika internal Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Tasikmalaya mulai menunjukkan geliat.
Bukan sekadar rutinitas organisasi, arah gerak partai mulai disentil agar lebih “berani bermain di lapangan”.
Sejumlah pengurus DPD PAN Kota Tasikmalaya bersilaturahmi ke kediaman tokoh senior sekaligus mantan Wali Kota Tasikmalaya, H Syarif Hidayat, di Kecamatan Kawalu, Senin (13/4/2026) sore.
Baca Juga:Besok Rabu Uji Coba ASN di Kota Tasikmalaya ke Kantor Naik Sepeda, Jalan Kaki atau Kendaraan Listrik Work From Cafe: Rahasia Tetap Produktif di Tengah Suasana Santai
Rombongan dipimpin Ketua DPD PAN Kota Tasikmalaya Budi Mahmud Saputra, didampingi Sekretaris Bagas Suryono serta jajaran pengurus lainnya.
Pertemuan berlangsung santai, namun penuh “vitamin politik” yang disampaikan dengan gaya khas—satir, lugas, dan menggelitik.
Dalam obrolan tersebut, Syarif Hidayat tidak sekadar memberi nasihat normatif.
Ia justru mengkritik mentalitas kader yang dinilai belum sepenuhnya serius dalam membangun kekuatan politik.
“Konsep politik itu ya merebut kekuasaan. Jangan setengah-setengah,” ujarnya.
Dengan gaya celetukan yang tajam, ia menyindir sikap kader yang hanya nyaman di zona struktural tanpa keberanian mengambil peran lebih luas.
“Kalau berpolitik tapi tidak punya ambisi besar, ya ada yang salah dengan cara berpikirnya,” lontarnya, disambut tawa ringan para pengurus.
Menurutnya, tantangan politik hari ini bukan sekadar soal posisi, melainkan bagaimana kader mampu hadir dan dikenal masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kerja-kerja lapangan yang konsisten.
Baca Juga:Jabar Provinsi Madrasah Tak Boleh Jadi Slogan Saja, Guru Ditantang Naik KelasPenyanyi Asal Kota Tasikmalaya Tembus Top 24 The Icon Indonesia
“Harus rajin turun, komunikasi dengan rakyat. Kelemahan itu bisa ditutup dengan kekuatan kalau kita mau bergerak,” katanya.
Ia juga menyinggung momentum politik yang dinilai sedang terbuka. Di tengah kondisi masyarakat yang kerap “mencari figur”, partai diminta tidak pasif.
“Kalau rakyat bingung dan tidak punya figur, ya kita yang harus tampil. Jangan nunggu disuruh,” tegasnya.
Syarif turut mengingatkan bahwa komunikasi menjadi kunci kepemimpinan. Tanpa itu, kehadiran politik bisa justru menjadi bumerang.
“A good leader is fundamentally a good communicator. Pemimpin itu harus komunikator yang baik. Jangan sampai bicara sekali, rakyat malah tersinggung,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD PAN Kota Tasikmalaya Budi Mahmud Saputra menyebut kunjungan tersebut sebagai bagian dari silaturahmi sekaligus menyerap wejangan dari tokoh senior.
