Pellegrini Wajib Potong Gaji Jika Ingin Bertahan di AS Roma, Darmian Korban Pertama Revolusi Inter Milan

Lorenzo Pellegrini
Lorenzo Pellegrini Tangkapan layar Instagram@lorepelle
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Dinamika di tubuh klub-klub besar Serie A tak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga di balik layar.

Dari ibu kota hingga Milan, dua nama besar tengah menjadi sorotan: Lorenzo Pellegrini di AS Roma dan Matteo Darmian di Inter Milan.

Keduanya menghadapi situasi berbeda, namun sama-sama berada di persimpangan masa depan.

Baca Juga:Jurnalis Italia Tuding Cardinale Cuma Ingin Jadikan AC Milan Mesin Pencari Uang: Dia Tak Ingin MenangSabatini Yakin Inter Raih Scudetto Musim Ini: Mereka Mengubah Mimpi Buruk Jadi Mimpi Indah

Di Roma, situasi Pellegrini menjadi isu panas di tengah kondisi tim yang belum stabil karena pelatih Gian Piero Gasperini harus menghadapi krisis cedera yang belum mereda.

Absennya beberapa pemain seperti Mancini, Wesley, dan Koné semakin memperumit keadaan, ditambah Pellegrini sendiri kini harus menepi akibat cedera otot paha kanan.

Namun, bukan hanya kondisi fisik sang kapten yang menjadi perhatian. Masa depannya di klub juga masih menggantung.

Kontrak yang belum diperpanjang membuat posisinya semakin tidak pasti, apalagi dengan sikap klub yang cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Gasperini secara terbuka memberikan dukungan kepada Pellegrini.

Ia memuji profesionalisme dan keberanian sang pemain dalam menghadapi tekanan, bahkan menyiratkan bahwa keberadaan Pellegrini penting bagi proyek tim ke depan.

“Sebelum melepas apa yang Anda miliki, Anda harus memahami apa yang telah Anda berikan,” menjadi pesan tegas sang pelatih kepada manajemen klub.

Meski demikian, proses negosiasi kontrak belum menunjukkan titik terang, situasi yang sudah berlarut sejak awal tahun tanpa solusi konkret.

Baca Juga:Inter Selangkah Lagi Raih Scudetto, Chivu Ledek Allegri dan ConteInter Kalahkan Como 4-3, Fabregas: Selamat, Hari Ini Mereka Memenangkan Scudetto

Menurut laporan Tuttomercato, pihak klub justru mengambil langkah tegas dengan menawarkan pemotongan gaji yang signifikan—dari sekitar €6 juta (sekitar Rp102 miliar) menjadi €3 juta (sekitar Rp51 miliar) per musim.

Dengan tawaran tersebut, Pellegrini praktis dihadapkan pada dua pilihan: menerima penurunan gaji demi bertahan atau mencari pelabuhan baru.

Kondisi ini mencerminkan ketidakseimbangan antara kebutuhan tim di lapangan dan strategi finansial klub di meja manajemen.

Sementara itu, di Milan, Inter Milan mulai bersiap menjalani perombakan besar-besaran.

Meski masih fokus mengejar Scudetto musim ini, manajemen Nerazzurri sudah menyusun rencana revolusi skuad untuk musim panas mendatang.

0 Komentar