TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah gemuruh panggung nasional, satu nama dari Kota Tasikmalaya mulai mencuri perhatian.
Khansa Salsabilla bukan sekadar peserta, melainkan penanda bahwa talenta daerah tak lagi bisa dipandang sebelah mata.
Mahasiswi Ilmu Politik itu sukses menembus Top 24 ajang pencarian bakat The Icon Indonesia.
Baca Juga:Dua Dunia BPKAD Kota Tasikmalaya!Dua Pimpinan PAC PPP Kota Tasikmalaya Itu Masih Hidup, Tapi Namanya Sudah Hilang!
Sebuah capaian yang tak hanya mengangkat namanya, tetapi juga menyeret nama Kota Tasikmalaya ke panggung yang lebih luas—sesuatu yang sering dielu-elukan, namun tak selalu diiringi dukungan nyata.
Lahir pada 12 Juni 2005, Khansa merupakan anak ketiga dari pasangan Danie Ramdhany dan Elly Emilia.
Bakat tarik suara yang ia miliki bukan hasil instan. Sejak usia tiga tahun, ia sudah akrab dengan dunia musik—sebuah fondasi panjang yang kini mulai berbuah.
Prestasi Khansa pun memantik respons dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, memberikan apresiasi sekaligus menyelipkan “kode keras” kepada pemerintah daerah.
“Saya mengucapkan selamat kepada Khansa Salsabilla atas keberhasilannya menembus Top 24. Ini pencapaian luar biasa dan patut dibanggakan,” ujar Kepler, Senin (13/4/2026).
Namun pujian itu tak berhenti di situ. Sebagai praktisi musik, Kepler menilai kualitas vokal Khansa sudah teruji, diperkuat dengan kemampuan modeling yang menunjang performanya di atas panggung.
“Saya yakin kualitas vokalnya sangat baik. Ditambah kemampuan modeling, itu jadi nilai lebih saat tampil,” katanya.
Baca Juga:Pesan di Apel Pagi "Sebagian Sudah Cair" Soal TPP Reguler ASN Kota Tasikmalaya Bikin GaduhVitamin Politik dari H Syarif Hidayat untuk Ketua DPD PAN kota Tasikmalaya: Jangan Setengah Hati
Di balik apresiasi, terselip harapan—atau mungkin sindiran halus. Kepler mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya agar tak sekadar menjadi penonton dari jauh saat warganya berprestasi di tingkat nasional.
“Saya berharap Pemkot, termasuk wali kota dan jajaran, bisa memberikan dukungan maksimal agar Khansa meraih hasil terbaik,” tegasnya.
Pernyataan ini seolah mengingatkan, bahwa talenta lokal sering kali berjalan sendiri hingga ke panggung besar. Dukungan baru ramai ketika prestasi sudah di depan mata.
Kini, langkah Khansa masih panjang. Ia tak hanya membawa mimpinya sendiri, tetapi juga ekspektasi sebuah kota yang kerap bangga—meski kadang terlambat hadir. (rezza rizaldi)
