RADARTASIK.ID – Kritik keras kembali diarahkan kepada manajemen AC Milan usai ditumbangkan Udinese yang memupuskan impian scudetto Rossneri.
Jurnalis Italia, Fabio Ravezzani secara terang-terangan menuding pemilik klub, Gerry Cardinale, hanya menjadikan Rossoneri sebagai mesin pencetak keuntungan, bukan tim yang dibangun untuk meraih gelar.
Berbicara di kanal YouTube QSVS, Ravezzani mengulas berbagai masalah yang dialami Milan sepanjang musim ini, termasuk kegagalan mereka dalam bersaing memperebutkan Scudetto.
Baca Juga:Sabatini Yakin Inter Raih Scudetto Musim Ini: Mereka Mengubah Mimpi Buruk Jadi Mimpi IndahInter Selangkah Lagi Raih Scudetto, Chivu Ledek Allegri dan Conte
Ia juga menyinggung keputusan taktis pelatih Massimiliano Allegri yang dinilai kurang tepat dalam beberapa pertandingan penting.
“Allegri melakukan kesalahan karena terlihat cemas. Ia mengubah komposisi tim dengan memasukkan pemain seperti Athekame dan mencadangkan Tomori, mencoba membuat tim lebih ofensif, padahal seharusnya bermain lebih konservatif,” ujar Ravezzani dilansir dari Tuttomercatoweb.
Namun, menurutnya, persoalan Milan jauh lebih dalam daripada sekadar kesalahan pelatih dan melihat struktur klub memang tidak dirancang untuk menjadi juara.
“Ada masalah mendasar di Milan, yaitu klub ini tidak dibangun untuk memenangkan Scudetto. Jika mereka bisa lolos ke Liga Champions, itu sudah dianggap pencapaian besar. Kenapa? Karena ini adalah klub yang tidak benar-benar ingin menang,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan tajam, terutama karena secara langsung mengarah pada filosofi kepemilikan saat ini.
Ravezzani menilai Gerry Cardinale sebagai pemilik tidak memiliki visi olahraga yang kuat, melainkan lebih fokus pada keuntungan finansial.
“Manajemen Milan saat ini berada di tangan seorang pengusaha Amerika yang bahkan tidak memiliki dana penuh saat mengambil alih klub, karena prosesnya dilakukan dengan skema kredit. Tujuan utamanya hanya satu: menghasilkan keuntungan,” jelasnya.
Baca Juga:Inter Kalahkan Como 4-3, Fabregas: Selamat, Hari Ini Mereka Memenangkan ScudettoPresiden Napoli Minta FIFA dan UEFA Bayar Rp17 Miliar Jika Pemainnya Dipanggil Timnas Sebulan
Ia kemudian menyoroti peran CEO Milan, Giorgio Furlani, yang dinilai lebih dituntut menjaga kesehatan finansial klub ketimbang membangun tim juara.
“Jika pimpinan klub ditugaskan untuk ‘menjuarai’ laporan keuangan, yakni selalu mencatat keuntungan agar klub bisa dijual kembali, maka target utamanya jelas hanya neraca positif, bukan trofi,” lanjut Ravezzani.
Akibat pendekatan tersebut, Milan dinilai lebih sering mengambil keputusan bisnis daripada keputusan teknis di lapangan.
